31 Agustus 2015

Dari Istanbul ke Pamukkale

Dari Istanbul ke Pamukkale


Dari Istanbul ke Pamukkale
Dari Istanbul ke Pamukkale

Rekan Traveller Cheria tour Turkey Pamukkale. Saat masih dijalan bebas hambatan dari Istanbul menuju Pamukkale, kami sempat melihat banyak sekali instalasi kincir angin. Jadi, tidak perlu lah pergi ke negeri kincir angin, di Turki juga ternyata banyak...hehe... Kincir angin ini salah satu fungsinya adalah sebagai salah satu sumber penghasil tenaga listrik.

Listrik di Turki tampaknya cukup mahal, hal ini bisa dilihat dari  kecilnya watt dan jumlah lampu terpasang di hotel tempat kami menginap misalnya. Juga di lorong tangga di hotel dan semua penginapan, lampunya disetting otomatis, ia hanya akan menyala bila terdeteksi ada gerakan orang melintas. 

Ditambah pemanas ruangan yang terpasang di dalam apartment maupun hotel juga berasal dari instalasi boiler berbahan bakar gas. Gas tentu lebih murah dibandingkan tenaga listrik. Rekan traveler Cheria tour Turkey Pamukkale, ditengah perjalanan kamipun sempat berhenti pada sebuah pom bensin yang persis berada di seberang sebuah danau. 

Kami berhenti untuk sekedar ishoma, istirahat, sholat dan makan. Bila diperhatikan, dalam peta maupun di GPS, Negara Turki memang kaya dengan danau. Logikanya bila banyak danau maka banyak pula sungai. Bila banyak sungai, maka banyak pula sumber mata air. Jadi, sudah semestinya air minum di Turki ini memang murah. Harga per satu botol ukuran 500-600 ml sekitar 0.5 - 1 TL, itu harga di jalanan. Harga segitu berarti sekitar 2500 - 5000 rupiah yaa. Saya kira masih wajarlah. Entah bila ditempat-tempat wisata, harganya bisa jadi lebih mahal.

Rekan traveler Cheria tour Turkey Pamukkale, masih dalam perjalanan ke Pamukkale, selepas jalan bebas hambatan, GPS yang kami lihat di bus wisata menuntunnya melewati perkampungan dan jalan-jalan kecil. Suasana pedesaan dan pedalaman Turki yang asri! Hijau disepanjang jalan. Tapi hijau ini tampak lebih banyak didominasi oleh rerumputan yang subur.

Hal ini bisa jadi karena di Turki, orang banyak gemar makan daging, susu, dan produk turunannya seperti yogurt, keju dan lainya, jadi tentunya banyak pula peternakan, terutama kambing. Nah rumput-rumput tersebut tentu untuk ternak mereka.  Hati saya menjerit riang, saat di kanan kiri jalan terhampar kebun-kebun anggur. Ini impian saya, melihat perkebunan anggur. Tapi, karena ini masih diakhir musim dingin, pohon-pohon anggur itu tampak seperti mati, tidak berdaun apalagi berbuah. 

Yang membuat saya senang sebenarnya adalah saya jadi tahu lokasi tepatnya, setidaknya untuk satu dari banyaknya perkebunan anggur ini di Turki. Kelak, bila diberikan lagi rezeki dan kesempatan, akan saya kunjungi lagi saat musim panen anggur tiba! Insya Allah....

Rekan traveler Cheria tour Turkey Pamukkale, setiba di Pamukkale, tepatnya di Koray Hotel, sekitar pukul 5 petang. Kamipun segera check in dan istirahat. Walau terasa kecil namun cukup lumayan untuk kami semua menginap. Reaksi rekan - rekan cukup puas akan kondisi kamar yang hendak kami tempati di Koray Hotel, sebab di Pamukkale ini, hotel yang tersedia hanya sebuah kamar hotel yang luasnya tidak terlalu besar  dengan 2 buah single bed dan 1 double bed disusun berjajar sangat memenuhi tempat. Memang kami akui kamar hotel ini hanya sedikit ruang untuk bergerak. 

Perlu rekan traveler tour Turkey Pamukkale ketahui,  Pamukkale hanyalah merupakan sebuah kota kecil.  Kota ini cukup terkenal di Turki, sebab telah menjadi tujuan objek wisata local dan turis mancanegara, karena di Pamukkale inilah Cotton Castle dan Hierapolis berada. 

Kedua objek wisata tersebut telah pula berada dalam pengawasan UNESCO agar kelestariannya tetap terjaga.  Tour siang itu, diawali dengan mengunjungi sebuah sumber mata air panas yang dikenal dengan Red Spring. Air panas keluaran dari Red Spring ini memang meninggalkan jejak berwarna kemerahan mungkin karena kandungan mineral didalamnya.

Atas petunjuk tour guide kami bahwa sumber mata air panas ini boleh diminum, saya sempat mencicipinya, rasanya rada asem asin hangat gitu lah...  Selanjutnya dari Red Spring, kami kemudian dibawa ke Nort Gate atau Pintu masuk sisi Utara dari Hierapolis dan Cotton Castle. Tiba dipintu utara ini, rombongan kami sudah  berbisik bahwa hatinya jadi ikut berbunga-bunga, sebab ternyata disitu ada taman kecil yang sudah dipenuhi oleh bunga-bunga tulip yang hendak mekar.

Ini artinya, perjalanan ke Turki kali pertama ini, sudah tepat pemilihan waktu atau tanggalnya, dimana memang ada 2 tujuan yang hendak dicapai, pertama ingin bisa menikmati salju, keduanya juga ingin bisa menikmati mekarnya bunga-bunga Tulip. Salju sudah banyak turun dan tentu tinggal bunga  tulipnya,  semoga bisa menikmatinya nanti saat tiba di Istanbul. Bagaimana kisah selanjutnya, kami akan uraikan dalam artikel lainnya.  Jangan bosan membaca artikel dari Cheria Wisata ya !

Segera rencanakan kujuangan Anda dan keluarga ke Istanbul dan Pamukkale di Turki dengan paket-paket menarik Turki dengan Cheria Wisata. Ikuti juga keseruan Paket Umroh Plus Turki dan mengujungi berbagai objek wisata menarik yang ada di Turki dengan Cheria Wisata. Untuk info lengkap hubungi segera Cheria Wisata ya.

Salam +Cheria Halal Wisata Tour Travel, Jika berminat hubungi segera cs kami.