25 Juli 2015

Uniknya Shalat Subuh di Blue Mosque – Turki Hemat 2015

Uniknya Shalat Subuh di Blue Mosque – Turki Hemat 2015


Blue Mosque
Blue Mosque

     Salah satu destinasi wisata religi yang tidak boleh dilewatkan jika mengikuti lawatan Turki Hemat 2015 ke Istanbul - Turki, adalah Blue Mosque, sebuah mesjid indah yang memiliki nilai historis tinggi. Blue Mosque ini bernama asli Mesjid Sultan Ahmed (atau Sultan Ahmet Camii dalam bahasa Turki), dibangun pada tahun 1609 - 1616 di masa pemerintahan Sultan Ahmed I. Dinamakan blue mosque karena keramik biru yang menghiasi interior mesjid yang megah ini. Mesjid ini menjadi bangunan utama di kawasan Sultan Ahmed Square, dan menjadi tempat ibadah sekaligus destinasi wisata. Blue Mosque ditutup ketika datangnya waktu shalat lima waktu selama kurang lebih 90 menit setelah adzan, kecuali bagi Muslim yang akan menjalankan shalat, akan tetapi kita masih bisa masuk ke dalam gerbangnya yang hanya ditutup bada isya (sekitar pukul 9 malam) sampai tibanya waktu shalat subuh.

Di bagian luar mesjid ini kita dapat melihat 6 menara mesjid yang tinggi, dimana zaman dahulu muadzin harus naek ke menara tersebut melalui tangga spiral yang tinggi untuk mengumandangkan adzan. Akan tetapi saat ini panggilan adzan bisa kita dengarkan melaui pengeras suara yang dapat didengar menjangkau wilayah kota tua di Istanbul ini.

     Selain kaligrafi dan keramik yang luar biasa tersebut, dalam perjalanan Turki hemat 2015 Anda dapat menyaksikan hiasan lampu di Blue Mosque yang memiliki emas murni. Sehingga tampilan dalam Blue Mosque semakin indah dengan ramai ratusan lampu yang memberikan kemegahan pada masjid. Blue Mosque dibuka untuk dikunjungi wisatawan umum. Namun pada jam-jam tertentu yang telah ditentukan, Blue Mosque ditutup hingga besok waktu kerja berikutnya. Anda harus menutup aurat untuk bisa menikmati keindahan arsitektur masjid biru yang megah ini.

     Untuk menghormati masjid, wisatawan yang turut dalam Turki hemat 2015 diminta untuk harus tetap berpakaian sopan saat memasuki ruang masjid. Wanita harus mengenakan kerudung. Penjaga selalu siap mengingatkan di depan pintu masuk. Begitu sampai di dalam, sejumlah tamu Muslim melakukan shalat sunah masjid. Sementara sebagian lain memandang masjid dari bagian shaf belakang. Sebab, bagian depan hanya diperkenankan bagi mereka yang hendak bershalat.

     Ornamen bunga-bungaan dan tanaman bersulur itu tampak sangat indah memendarkan warna biru saat ditimpa cahaya matahari yang masuk lewat jendela 260 kaca patri.  Terdapat pilar-pilar marmer dan lebih dari 200 jendela kaca patri dengan berbagai desain yang memancarkan cahaya dari luar dengan dibantu chandeliers. Dalam chandeliers diletakkan telur burung unta untuk mencegah laba-laba membuat sarang di situ. Dekorasi lainnya adalah kaligrafi ayat-ayat Al Qur’an yang sebagian besar dibuat oleh Seyyid Kasim Gubari, salah satu kaligrafer terbaik pada masa itu.

Blue Mosque di Malam Hari
Indahnya Blue Mosque di Malam Hari

     Beribadah di dalam mesjid yang indah ini juga memberikan suasana yang luar biasa bagi mereka yang turut dalam perjalanan Turki Hemat 2015. Kita akan disuguhkan keindahan interior yang memadukan ribuan keramik bercorak tulip, bunga dan buah yang khas buatan tangan para pengrajin dari kota Iznik, dengan tulisan kaligrafi yang indah. Tiang besar dan lampu gantung juga menambah kemegahan interior Blue Mosque ini. Saya pertama kali memasuki mesjid ini ketika akan shalat subuh. Menjelang pukul 5 pagi, adzan terdengar berkumandang dari mesjid ini dan saya bergegas masuk ke dalam masjid, mengambil wudhu dan shalat sunat. Ternyata saya cukup lama duduk menunggu sampai shalat subuh berjamaah dilaksanakan. Menjelang pukul 6 pagi, barulah iqamat dikumandangkan. Agak lucu juga menjalankan shalat subuh ketika matahari sudah mulai memberikan cahayanya walau masih malu-malu.

     Ada dua bagian di dalam mesjid ini, bagian tempat orang bershalat dan bagian shaf paling belakang digunakan untuk koridor bagi wisatawan yang sekedar berkunjung dan mengambil foto keindahan interior Blue Mosque. Kedua bagian ini dipisahkan oleh "pagar" pembatas pembatas pendek yang terbuat dari kayu. Mesjid ini terbuka bagi seluruh wisatawan (kecuali di waktu shalat) baik Muslim ataupun non-Muslim, akan tetapi terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan jika ingin masuk ke dalam bagian mesjid ini, seperti: 

  • Melepaskan alas kaki (sendal/sepatu) dan memasukkannya ke dalam kantong plastik yang tersedia di pintu masuk,
  • Buat perempuan, harus menggunakan kerudung untuk masuk ke dalam mesjid. Di pintu masjid tersedia kain yang bisa kita gunakan sebagai kerudung, dan harus kita kembalikan di pintu keluar
  • Di dalam mesjid kita harus tetap tenang dan tidak berisik. Hindari juga penggunaan flash light ketika mengambil photo. Dan jangan mengambil photo orang yang tengah shalat, karena itu tidak menghargai ibadah yang tengah dilakukan

Berbagai titik di luar mesjid ini juga menjadi tempat yang cocok untuk mengambil foto. Eksterior yang tak kalah megah dengan interiornya membuat kita betah berlama-lama mengelilingi Blue Mosque ini. Coba juga kunjungi kawasan mesjid ini di malam hari. Di tamannya terdapat air mancur yang memancarkan cahaya berwarna-warni, tempat kita bisa duduk-duduk di kursi taman sambil menikmati kudapan yang dijajakan para pedagang kaki lima. Kawasan ini akan sangat ramai di akhir pekan, karena memang menjadi pusat Kota Tua, tujuan utama perjalanan Turkey Hemat 2015 Cheria Wisata.

Bagaimana berwisata  unik di Blue Mosque Istanbul? Ikuti segera Umroh Plus Turki bersama keluarga dan kerabat dengan Cheria Wisata ya. Untuk info lengkap hubungi segera Cheria Wisata. Selamat liburan bersama keluarga tercinta...

Salam +Cheria Wisata Tour Travel, Jika berminat hubungi segera cs kami.


tiket pesawat promo