travel umroh dan haji dan tour muslim yang halal

Indahnya Kachidoki Bridge Tokyo Ketika Malam

Indahnya Kachidoki Bridge Tokyo Ketika Malam


Saat memutuskan untuk berwisata ke Tokyo, biasanya tempat wisata yang ingin dikunjungi takkan jauh-jauh dari wisata kuil, melihat-lihat berbagai gedung modern, berbelanja di pusat perbelanjaan modern, berpetualang di taman bermain, maupun melihat aneka museum yang memang banyak terdapat di Tokyo.

Kachidoki Bridge Tokyo


Kachidoki Bridge
Indahnya Kachidoki Bridge Tokyo Ketika Malam

Namun sebetulnya Tokyo memiliki banyak spot wisata lain di luar spot-spot wisata tersebut, yang mungkin sedikit ‘tidak terduga’ tapi tetap menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah dengan menjelajah berbagai jembatan yang terdapat di Tokyo.

Sebagai sebuah kota yang terletak tepat di tepi laut dan memiliki berbagai sungai besar, Tokyo memiliki banyak sekali jembatan yang melintasi sungai-sungai tersebut.

Beberapa diantaranya bahkan memiliki keunikan tersendiri jika dilihat dari segi desain maupun sejarahnya, dan dapat menjadi atraksi wisata tersendiri bagi wisatawan. Salah satunya adalah Kachidoki Bashi, atau Kachidoki Bridge, sebuah jembatan bertipe ‘double-leaf bascule bridge’ yang termasuk jarang ditemukan di Jepang.

Kachidoki Bridge berlokasi di distrik Chuo, tepatnya berada di ujung sungai Sumida yang berbatasan langsung dengan Teluk Tokyo. Jadi jika wisatawan melakukan perjalanan menyusuri sungai Sumida menggunakan water bus, maka jembatan Kachidoki ini merupakan jembatan terakhir sekaligus yang terunik dari 27 jembatan yang melintas di atas sungai Sumida.

Jembatan Kachidoki mulai dibangun pada bulan Agustus 1933, dan baru selesai pada 14 Juni 1940. Jembatan ini dipersembahkan sebagai salah satu ungkapan kebahagiaan atas kemenangan tentara Jepang dalam perang Lushun.

Bahkan nama jembatan ini diambil dari istilah ‘kachidoki’ yang berarti ‘teriakan atau tangisan kemenangan’. Pada mulanya, jembatan sepanjang 246 meter dan lebar 22 meter ini merupakan sebuah jembatan angkat. Tak percaya? Coba perhatikan dengan dengan teliti tampilan jembatan Kachidoki.

Jembatan ini terdiri dari 3 ruas dimana hanya bagian tengahnya yang tampil polos tanpa baja penyangga. Nah, dulu, saat sungai masih menjadi transportasi angkutan utama di Tokyo, bagian tengah jembatan ini dapat dibuka sehingga kapal-kapal dapat lewat.

Setiap kali jembatan dibuka, kira-kira perlu waktu 70 detik untuk membuka hingga kemiringan 70 derajat. Dalam 1 hari, jembatan ini dapat terbuka sebanyak 5 kali dan masing-masing memerlukan durasi 20 menit.

Atraksi ini termasuk salah satu yang selalu ditunggu oleh penduduk setempat. Kemudian seiring berkembangnya transportasi darat yang melintasi jembatan ini, durasi pengangkatan jembatan pun semakin berkurang.

Pada tahun 1964, jembatan ini hanya terbuka 100 kali dalam setahun, dan kemudian sekali pada tahun 1970 yang menjadi saat terakhir dari terbukanya jembatan Kachidoki. Walau begitu, jembatan ini tetap populer sebagai salah satu simbol dari Tokyo, sekaligus menjadi saksi sejarah bahwa transportasi air pernah mengalami masa kejayaannya di Tokyo.

Saat ini jembatan Kachidoki populer untuk dilalui oleh pelancong yang ingin menikmati pemandangan sungai Sumida maupun Teluk Tokyo dari sudut pandang yang berbeda. Karena jembatan ini dilengkapi dengan trotoar yang nyaman, banyak pelancong yang melintas dengan berjalan kaki.

Tujuannya tentu saja agar lebih dapat menikmati suasana di sekitar jembatan. Jembatan ini juga populer bagi mereka yang ingin mengakses Tsukishima, sebuah pulau buatan yang terletak di ujung lain dari jembatan Kachidoki. Tsukishima ini sangat populer dengan monjayaki-nya, yaitu kuliner khas Tokyo yang dibuat untuk menandingi kepopuleran okonomiyaki yang berasal dari Osaka.

Selain sebagai spot untuk berjalan-jalan, jembatan Kachidoki juga populer karena di sekitar jembatan ini terdapat sebuah museum kecil yang khusus mengabadikan berbagai hal mengenai jembatan Kachidoki, terutama pada masa-masa jembatan ini populer sebagai jembatan angkat kebanggaan kota Tokyo.

Dulu jembatan Kachidoki ini bisa terbuka bagian tengahnya karena digerakkan oleh mesin khusus. Setelah jembatan tidak lagi dibuka-tutup, mesin tersebut kemudian diletakkan di museum sebagai bagian dari sejarah jembatan Kachidoki.

Pengunjung juga dapat melihat-lihat berbagai foto masa lalu, saat kapal-kapal besar masih sering lalu lalang dibawah jembatan. Tak hanya itu, disini juga terdapat berbagai diorama yang menggambarkan kondisi jembatan Kachidoki saat sedang dibuka lengkap dengan miniatur perahunya, sehingga pengunjung mendapat gambaran nyata mengenai peranan jembatan Kachidoki dalam dunia transportasi darat dan air di Tokyo.

Menariknya, museum ini juga dilengkapi dengan berbagai artifak mengenai ruang kontrol yang terdapat di lantai dua. Terdapat catatan lengkap mengenai perhitungan kondisi cuaca, kontrol panel, dan masih banyak lagi.

Tak hanya itu, disini juga terdapat video presentasi mengenai struktur jembatan Kachidoki, serta bagaimana pengoperasiannya pada masa lalu. Pokoknya pengunjung betul-betul akan diajak untuk mengenali jembatan Kachidoki di masa lalu.

Paket Jepang Murah


Mengingat museum ini dapat dimasuki secara cuma-cuma, maka museum Kachidoki ini layak untuk dilirik jika Anda tertarik untuk menyusuri jembatan Kachidoki, maupun sekedar tertarik akan struktur dan konstruksi jembatan pada umumnya. Rencanakan kujungan Anda ke Jepang dengan Paket Tour Muslim Jepang dengan Cheria Wisata. Selamat berwisata!


Berikut Artikel Terkait Mengenai Tempat & Hal Menarik Jepang :


Yuk' Lihat cuplikan Paket Tour Jepang Halal bersama Cheria Halal Wisata ^O^



Salam +Cheria Wisata Tour Travel, Jika berminat hubungi segera cs kami.


» Thanks for reading Indahnya Kachidoki Bridge Tokyo Ketika Malam