5/27/2017

12 Tempat Wisata Menantang Di Jogja

12 Tempat Wisata Menantang Di Jogja


Jogja adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. di jogja anda akan menemukan pemandangan yang begitu indah sampai tidak bisa di lupakan dan di sana juga mempuyai wisata wisata yang tentu nya menatang seperti Kawah Sikidang berikut kami simak di bawah,

Dieng Plateau


Dataran Tinggi yang dikelilingi Gunung-gunung Hijau Khas Pegunungan ini namanya kian bergaung, bukan hanya di sebatas negeri sendiri namun juga hingga nun jauh ke negeri seberang. Beberapa wisatawan menyebutnya Surga Tersembunyi di Pulau Jawa. Tentu saja yang dimaksud surga tersebut hanyalah Kiasan untuk menggambarkan Keindahan alam Dieng yang memiliki berbagai Obyek wisata menarik ini.

Dieng Plateau
Dieng Plateau

Ketinggian Rata-Rata Dataran Tinggi Dieng sekitar 2000m DPL ( diatas permukaan Laut), dengan suhu relatif antara 8-22°C. Di Musim Kemarau, suhu dapat menurun drastis hingga mencapai 0°C di pagi hari sehingga muncul apa yang oleh masyarakat Dieng disebut bun upas ( embun Beku). Bun Upas ini tidak berbahaya bagi manusia namun dapat menyebabkan kerusakan tanaman pertanian.

Dataran Tinggi Dieng terbagi menjadi dua Wilayah Kabupaten. Dieng Kulon masuk Wilayah Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara, Sedang Dieng Wetan masuk wilayah kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Banyak Pilihan destinasi yang bisa anda kunjungi di Dieng. Mulai dari Kawah, Telaga, Candi, Bukit dan gunung disekitaran Dieng, masing-masing memiliki daya tarik tersendiri.

Candi Pandawa


Di Dataran Tinggi Dieng terdapat 19 candi tetapi hanya delapan yang masih utuh berdiri. Umumnya Candi-Candi di Dieng memiliki nama sesuai dengan nama tokoh Pewayangan. Sampai hari ini belum diketahui secara pasti siapa yang memberi nama pada candi-candi tersebut.

Kelompok Candi yang terletak di tengah-tengah wilayah Dieng ini dipercaya sebagai candi tertua dibanding candi-candi yang lain. Candi yang dibangun pada masa Dinasti Sanjaya ini konon hanyalah sebagian dari Puing-puing Candi yang dulunya jauh lebih megah dan besar.

Candi Pandawa
Candi Pandawa

Komplek Candi Arjuna terdiri atas lima Candi, empat Candi berjejer menghadap ke arah barat, yaitu; Candi Sembadra, Candi Srikandi, dan Candi Puntadewa, dan satu Candi menghadap ke arah timur, yaitu Candi Semar.

Kelima candi yang berada berdekatan di Kompleks Candi Arjuna memiliki perbedaan bentuk satu dengan yang lainnya. Candi Arjuna, sebagai candi utama, merupakan sebuah candi yang berdenah dasar persegi dengan luas ukuran sekitar 6 m².

Bentuk kelima candi tersebut memiliki ciri masing-masing. Candi Arjuna memiliki dasar persegi dengan luas sekitar 6 meter persegi, atap berbentuke kerucut. Candi Puntadewa, sembadra, dan Srikandi yang terletak disamping Candi Arjuna berbentuk kubus dengan desain yang berbeda satu dengan yang lain.

Kawah Sikidang


Kawah Sikidang Dieng Wonosobo, Wisata Unggulan di Dieng, Tempat Wisata Terindah - Ada berbagai macam tempat wisata di Kawasan Dataran TInggi Dieng. Salah satu obyek wisata di Dieng yang banyak diminati oleh para wisatawan adalah Kawah Sikidang. Bersama dengan Candi Arjuna dan Telaga warna, Kawah Sikidang Wonosobo ini menjadi Destinasi wisata unggulan di Dieng Plateau. Kawah Sikidang merupakan cekungan berisi kawah yang timbul karena aktivitas Gunung Berapi di Dataran TInggi Dieng. Lokasi dari kawah Sikidang ini berada di tanah yang lumayan datar,

Wisata Menantang Di Jogja
Wisata Menantang Di Jogja

sehingga pengunjung dapat dengan jelas melihat gumpalan asap yang keluar dari Kawah Sikidang ini. Hal ini lah yang kemudian menarik perhatian dari para pengunjung karena dapat melihat secara langsung fenomena aneh yang tidak mungkin dapat disaksikan di daerah lain.

Namun perlu diingat bahwa seperti pada kawah-kawah yang lain, Kawah Sikidang ini mengandung kandungan belerang yang tinggi sehingga gah yang keluar juga mengandung belerang sehingga sangat beracun dan dapat berbahaya bagi kesehatan. Untuk tujuan keamanan bagi pengunjung di sekitar kawah Sikidang sudah dibangun pagar yang terbuat dari kayu, yang fungsinya sebagai pembatas agar tidak ada pengunjung yang tercebur dalam kawah atau terkena dampak dari gas beracun Kawah Sikidang. Sebagai tindakan pencegahan sebaiknya anda tidak berada melewati batas pagar kayu serta selalu gunakan masker pelindung hidung yang banyak dijual di sekitar parkiran Kawasan Wisata Kawah Sikidang Dieng.

Telaga Warna


Telaga Warna, merupakan salah satu tempat wisata andalan yang terletak di Dieng wonosobo, jawa tengah. Danau ini mempunyai nama Telaga warna pun bukan tanpa sebab, yaitu karena telaga ini mempunyai warna yang bisa berubah ubah. Telaga ini kadang berwarna hijau, kuning dan pelangi.

Hal tersebut karena telaga tersebut terdapat kandungan sulfur yang cukup banyak dan ketika tersorot sinar matahari maka warna air tersebut akan berubah warna.

Telaga warna juga merupakan telaga terluas yang ada di dataran tinggi diantara telaga telaga yang lain seperti telaga pengilon, telaga merdada dan masih banyak lagi. Telaga warna sendiri mempunyai luas kira 3 kali lapangan sepak bola.

Telaga Warna
Telaga Warna

Telaga warna dieng terletak di ketinggian 2000 meter diatas permkaan laut. Telaga tersebut juga dikelilingi oleh bukit bukit yang indah yang cocok sebagai tempat untuk refreshing. Jika anda ingin mendapat sensai keindahan yang lebih, anda bisa menaiki salah satu bukit yang ada di telaga warana. Dan yang paling populer yaitu bukit ratapan angin. Dari situ lah anda bisa duduk di sebuah batu sambil menikmati telaga warna dari atas bukit.

Waktu yang paling di rekomendsaikan untuk mengunjungi telaga warna adalah pada waktu pagi hingga siang hari. Soalanya kalo anda berkunjung di sore hari kemungkinan kawasan telaga di selimuti dengan kabut. Jika anda berkunjung ke telaga tersebut pada waktu pagi hingga siang maka anda akan bisa melihat telaga yang benar benar berwarna, karena pada waktu tersebut pancaran sinar matahari sedang terik teriknya.

Candi Borobudur


Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia,

sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Borobudur adalah salah satu tempat wisata peninggalan sejarah yang mendunia, tidak sedikit wisatawan dari luar negri yang mengunjungi tempat wisata candi Borobudur, bahkan candi Borobudur sudah tidak asing lagi di mata dunia maupun di Indonesia, dengan ke indahan candi yang di buat dengan batu tanpa menggunakan sement, candi Borobudur berdiri tegak dan tidak pernah roboh.

Candi Borobudur sungguh benar-benar ke ajaiban dunia yang berada di Indonesia , dengan ke indahan candi yang mengelilingi bisa menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan candi Borobudur, bahkan setelah keluar dari lokasi candi Borobudur , wisatawan bisa melihat langsung ke ragaman budaya music asli jawa dan dengan ruangan sejarah – sejarah.

Candi Borobudur
Candi Borobudur

Bahkan wisatawan di sajikan ke unikan dan kerajinan asli buatan Yogyakarta dengan beraneka ragam bentuk dan barang , wisatawan bisa membeli nya ketika hendak keluar dari lokasi wisata candi Borobudur, bahkan bisa memilih aksesoriess batik dan lainya di lokasi pasar keluar tempat wisata candi Borobudur.

Borobudur merupakan mahakarya seni rupa Buddha Indonesia, sebagai contoh puncak pencapaian keselarasan teknik arsitektur dan estetika seni rupa Buddha di Jawa. Bangunan ini diilhami gagasan dharma dari India, antara lain stupa, dan mandala, tetapi dipercaya juga merupakan kelanjutan unsur lokal; struktur megalitik punden berundak atau piramida bertingkat yang ditemukan dari periode prasejarah Indonesia. Sebagai perpaduan antara pemujaan leluhur asli Indonesia dan perjuangan mencapai Nirwana dalam ajaran Buddha.

Keraton Mangkunegaran

Museum Pura Mangkunegaran (Museum Rekso Pustaka) merupakan tempat dimana kita dapat menggali sejarah tentang abdi dalem Keratonan Surakarta dari Zamannya. Bangunan ini dibangun pada tahun 1757 oleh Raden Mas Said yang dulu dikenal sebagai Pangeran Samber Nyawa. Pura Mangkunegaran terdiri dari dua bagian utama : pendopo dan dalem yang diapit oleh tempat tinggal keluarga raja. Hal yang menarik adalah keseluruhan istana dibuat dari kayu jati yang bulat/utub.

Pendopo disini yaitu sebuah ruangan terbuka yang digunakan oleh para abdi dalem untuk mengadakan latihan pertunjukan tari maupun latihan pertunjukan wayang kulit yang merupakan termasuk kebudayaan asli Jawa dan Jawa tengah Khususnya. Pendopo ini terdiri dari dua tiang penyangga utama yang berfungsi menopang bangunan agar tetap berdiri kokoh.

Museum Pura Mangkunegaran
Museum Pura Mangkunegaran
Dan di dalamnya terdapat beberapa macam gamelan jawa yang sering mereka gunakan. Gamelan-gamelan inilah yang akan mengiringi mereka dalam melakukan pertunjukan kesenian di Pura Mangkunegaran, ada seperangkat gamelan yang dinamai sebagai Kyai Kanyut Mesem.

Pura MangkunegaranNah selanjutnya adalah di dalem, disini dimanfaatkan untuk memajang beberapa lukisan karya dari Basuki Abdullah atau lebih dikenal dengan sebutan Dullah, seorang pelukis terkenal di Solo. Di dalam DALEM terdapat Pringgitan, ruang dimana keluarga menerima pejabat. Ruangan ini juga digunakan untuk mementaskan wayang kulit. Dalem juga digunakan untuk memajang berbagai koleksi barang peninggalan berharga yang bernilai seni dan sejarah yang tinggi. Pura Mangkunegaran dibuka untuk umum setiap hari jam 09.00-14.00, Jumat jam 09.00-12.00, Minggu jam 09.00-14.00. Ada juga beberapa koleksi kereta yang digunakan untuk upacara-upacara tradisional.

Pasar Ansar Antik Triwindu

Nah, bila Anda sedang berada di Solo, sempatkanlah untuk mengunjungi pasar barang antik Triwindu, Solo. Lokasinya persis di depan Mangkunegara. Karena, pasar antik ini lokasinya berada di tengah kota, Anda tinggal naik becak sambil menyebutkan nama pasar tersebut, tukang becak pasti tahu dan langsung mengantarkan Anda kesana.

Suasananya cukup nyaman, bersih dan rapi. Para pedagang juga cukup ramah melayani para pengunjung yang hendak membeli atau sekadar bertanya-tanya. Bagi mereka, melayani pengunjung dengan baik adalah mencerminkan budaya dari orang Solo.

pasar barang antik Triwindu, Solo
pasar barang antik Triwindu, Solo
Layaknya sebuah pasar, hampir setiap hari pasar barang antik ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Turis-turis asing, dari berbagai negara pernah datang kesini. Turis lokal pun tidak mau ketinggalan atau kolektor barang-barang antik juga sengaja datang kesini untuk berburu barang-barang kuno. Tidak jarang beberapa orang ternama juga pernah mampir dan berbelanja ke pasar ini.

ZV Sepertinya pasar barang antik Triwindu ini cukup komplit. Apa yang Anda butuhkan mungkin ada disini. mulai dari mata uang kuno, topeng kayu, keris, seterika kuno, mesin tik, kamera kuno, piring antik, gelas antik, koper berbahan tembaga, yang sangat vintage hingga sepeda atau apa saja yang masuk ke dalam kategori antik.

Jadi, buat Anda penggila barang antik, sangat sayang jika melewatkan lokasi ini tanpa membeli satu atau dua, bahkan lebih barang antik sebagai penambah koleksi Anda. Kalau soal harga, tergantung kepiawaian Anda menawarnya. Karena tidak ada patokan harga khusus disini.

Pasar Batik Klewer

Salah satu yang khas di Pasar Klewer adalah batik. Pasar klewer adalah pasar batik. Image ini sudah melekat dan susah dipisahkan dengan pasar klewer. Kalau masuk pasar ini akan terlihat batik di mana-mana. Model dan coraknya bermacam-macam. Dan yang penting hampir setiap minggu ada model baru. Satu model tidak bertahan lebih dari satu bulan.

Banyak ciri khas batik jawa. Batik dari pesisir seperti dari Pekalongan memiliki motif yang berbeda dengan motif batik dari pedalaman, seperti jogja atau solo. Batik pesisir umumnya berwarna cerah dan banyak kombinasi warna. Batik dari solo berwarna netral dengan kombinasi warna-warna keluarga (analog). Tetapi menunjukkan kewibawaan, keangungan, dan kesatria, tatapi tetap sederhana, Njawani banget.

Seperti yang sudah saya sampaikan di depan, di pasar ini dapat ditemukan batik dengan motiif dari mana saja. Motif solo atau jogja banyak. Motif pesisiran pun banyak sekali. Mode batik sekarang sangat beragam. Kalau jaman dulu hanya untuk ‘jarik’, sekarang digunakan untuk apa saja. Kemeja, celana, piyama, kolor, daster, gamis, baju koko, kaos, selimut, sarung bantal, dan lain-lain. Mulai dari baju bayi, anak-anak, remaja, hingga baju kakek-nenek.

Pasar Klewer Batik
Pasar Klewer Batik

Ini salah satu yang paling menarik di pasar klewer: hardanya super miring alias murah banget. Tapi ada catatannya juga: harus pandai menawar. Harga mulai sepuluh ribuan sampai lima puluh ribuan. Rasanya jarang banget yang harganya di atas 50rb. Sebagai contoh baju hem lengan panjang cuma 35rb. Ini yang kualitas bagus banget. Yang biasa-biasa saja cuma 25rb. Gile murahnya.

Batik dengan kualitas sama kalau di luar pasar klewer bisa di atas 100rb. Di solo grosir saja bisa dua kali lipatnya. Bahkan di toko-toko sekitar alun alun harganya tidak kira-kira. Maklum konsumennya beda.

Meskipun harganya murah, bukan berarti kualitasnya murah. Kualitasnya tidak kalah dengan batik dari butik: Danar Hadi misalnya. Kainnya halus, tidak luntur, dan kalau dipakai dingin.

Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah salah satu kompleks candi yang terkenal di Indonesia dan ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia pada tahun 1991 selain Candi Borobudur. Tidak sama dengan Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha, Candi Prambanan adalah sebuah kompleks candi Hindu.

Meskipun demikian, Lokasi keduanya yang berada di Jawa Tengah juga membuktikan bahwa dahulu umat Buddha dan Hindu hidup berdampingan dengan rukun. Kedua candi besar ini juga menjadi bukti kemajuan peradaban manusia pada saat itu karena mampu membangun candi-candi dengan seni arsitektur yang luar biasa tanpa bantuan teknologi canggih.

Kompleks Candi Prambanan juga disebut memiliki seribu buah candi karena adanya cerita rakyat Roro Jonggrang, namun sebenarnya hanya ada sekitar 240 candi di kompleks tempat wisata ini. Tempat wisata ini menghadap timur, tetapi terdapat empat pintu masuk di masing-masing mata angin. Gerbang utama candi ini adalah yang berada di sebelah timur.

Candi Prambanan
Candi Prambanan
Candi ini merupakan persembahan bagi Dewa Siwa yang dalam ajaran Hindu dikenal sebagai Dewa Penghancur. Menurut prasasti Siwaghra yang saat ini disimpan di Museum Nasional Indonesia, nama asli kompleks candi ini adalah Siwaghra yang berasal dari bahasa Sansekerta, yang mempunyai arti Rumah Siwa.

Karena statusnya sebagai candi persembahan untuk Dewa Siwa, maka candi induk di kompleks ini adalah candi Dewa Siwa yang mempunyai tinggi 47 meter. Candi induk ini diapit dua candi yaitu candi Dewa Wishnu dan candi Dewa Brahma yang masing-masing setinggi 33 meter. Candi ketiga dewa ini disebut dengan Candi Trimurti. Di dalam Candi Trimurti terdapat arca masing-masing dewa. Di depan ketiga candi dewa terdapat tiga Candi Wahana yang mewakili kendaraan masing-masing dewa. Wahana Nandi untuk Dewa Siwa, Angsa untuk Dewa Wishnu dan Garuda untuk Dewa Brahma.

Selain candi-candi tersebut, masih ada banyak sekali candi lain di kompleks ini, yaitu Candi Kelir, Candi Apit, Candi Patok, dan Candi Perwara. Semua candi ini mengelilingi Candi Trimurti. Untuk Candi Perwara, peletakan candi dibagi menjadi empat lapisan atau zona yang disebut sebagai gambaran empat kasta manusia dalam ajaran Hindu. Lapisan terluar diperuntukkan untuk sembahyang kasta sudra, lapisan yang lebih dalam untuk waisya dan dua lapisan berikutnya masing- masing untuk ksatrya dan brahmana.

Selain berbagai tipe candi tersebut, di tempat wisata ini juga terdapat relief yang menceritakan tentang dua kisah fenomenal dalam Hindu yaitu Ramayana dan Krishnayana. Relief ini berada di dinding bagian dalam dari pagar yang mengelilingi Candi Trimurti. Relief Ramayana menceritakan tentang perjuangan Rama yang dibantu oleh Hanoman untuk merebut Shinta, istrinya yang diculik oleh Rahwana. Untuk Krishnayana, relief ini menceritakan tentang perjalanan hidup Krishna sebagai awatara atau reinkarnasi dari Dewa Wishnu.

Di kompleks Candi Prambanan terdapat sebuah museum berbentuk rumah joglo. Museum ini berisi koleksi benda-benda yang berhasil ditemukan di sekitar candi dahulu seperti arca dan bebatuan purbakala.

Keratom Yogyakarta

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau sering juga di sebut keraton jogja merupakan istana resmi dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang ada dan berlokasi tepat di jantung kota Yogyakarta. Walaupun kesultanan Ngayogyakarto sidah secara resmi bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1950, namun di komplek keratin Ngayogyakarta ini masih tetap berfungsi sebagai rumah/tempat tinggal sultan dan di dalam rumah tangga istananya sampai saat masih menjalankan tradisi kerajaan kesultanan . Kraton ngayogyakarta ini kini juga merupakan salah satu objek wisata yang favorit dan paling sering dikunjungi para wisatawan saat berkunjung di kota Jogja.

Sebagian besar kompleks kraton juga merupakan museum yang menyimpan berbagai macam koleksi benda benda kuno milik kesultanan, juga termasuk berbagai pemberian yang diberikabn oleh raja-raja Eropa, pada replika pusaka keraton,terdapat sebuah kereta kencana dan alat musik gamelan. Dari segi bangunannya sendiri, di keraton ini merupakan salah satu contoh bangunan arsitektur istana Jawa yang mempunyai kualitas terbaik, memiliki beberapa balairung mewah,

lapangan serta paviliun yang lumayan luas. Kraton Yogyakarta ini didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I di tahun 1755. Lokasi keraton ini konon katanya dulunya merupakan bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini juga digunakan untuk tempat istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram yang saat itu akan dikebumikan di daerah Imogiri..

Keraton Ngayogyakarta
Keraton Ngayogyakarta

Dan ada juga alun-alun Kidul , alun alun tersebut merupakan alun-alun di bagian Selatan Keraton jogjakarta. Alun-alun Kidul juga sering disebut sebagai Pengkeran. Pengkeran itu sediri berasal dari kata pengker atau bentuk bahasa karma/ bahasa jawa halus dari mburi (yang dalam bahasa indonesia berarti “belakang” ).

saat ini kraton ngayogyakarta banyak dikunjungi oleh wisatawan local maupun asing yang ingin mengetahui sejarah karena di tempat ini kita dapat melihat barang yang sangat bersejarah dan merupakan koleksi asli dari keraton Yogyakarta, seperti kereta kencana para raja Yogyakarta pada zaman dahulu, koleksi lukisan lukisan bersejarah yang memiliki nilai historis tinggi, dan benda benda pusaka seperti keris, tombak dilengkapi dengan nama-namanya, perangkat musik seperti gamelan dan gong.

Dan disini juga anda bisa puas berfoto ria dengan background benda-benda koleksi keraton Yogyakarta yang terdapat di dalam museum dan tentunya tidak bisa orang lain dapatkan di tempat tempat lainnya . untuk dapat mengambil foto di lingkungan keraton sepuasnya, Anda harus membayar tiket izin/ charge untuk mengambil gambar di sekitaran istana seharga Rp.1000,-. Sangat murah sekali bagi wisatawan yang hobi berfoto foto di area museum.

Selain pengunjung dapat melihat langsung bagaimana para abdi dalem di keraton Yogyakarta menyambut para pengunjung dengan ber busana ala adat Keraton Jogja, Anda pun juga bisa melihat pagelaran pentas seni tradisional yang selalu digelar setiap hari untuk para wisatawan.

Istana Air Taman Sari


Satu dari sekian banyak tempat wisata sejarah yang ada di Yogyakarta adalah Istana Air Taman Sari Yogyakarta yang terletak di Jalan Taman, Yogyakarta. Taman Sari terletak sangat dekat dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 15 menit dari alun-alun utara keraton. Tempat ini dulunya merupakan tempat rekreasi bagi keluarga kerajaan sekaligus sebagai benteng pertahanan yang dibangun pada tahun 1758-1765 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Sekarang, Istana Air Taman Sari merupakan salah satu cagar budaya di Yogyakarta yang telah menjadi tempat wisata populer di kota ini.

Istana Air Taman Sari
Istana Air Taman Sari

Bangunan yang mempunyai luas awal 10 hektar ini mempunyai 57 bangunan, yang terdiri dari kompleks kolam pemandian, danau buatan, pulau buatan, jembatan gantung, kanal air, taman, lorong bawah tanah, serta beberapa gedung dengan arsitektur Eropa, China, Jawa, Hindu, Buddha, dan Islam. Pembangunan Istana Air Taman Sari ini dibiayai oleh Tumenggung Prawirosentiko, yang merupakan Bupati Madiun dan menggunakan jasa Demang Tegis, seorang arsitek dari Portugis. Saat ini, luas Istana Air Taman Sari sudah berkurang drastis karena beberapa kompleksnya telah dijadikan pemukiman penduduk.

Kerajinan Perak Kotagede

Lokasi pengrajin perak ada di hampir setiap sudut Kotagede, Yogyakarta. Mulai dari pasar Kotagede hingga Masjid Agung dan bekas Istana Mataram Islam. Kerajinan perak Kotagede merupakan budaya turun temurun yang pada awalnya berupa kerajinan emas, perak dan tembaga. Pada akhirnya, kerajinan peraklah yang berkembang.

Produksi kerajinan perak Kotagede sudah diekspor ke manca negara terutama Eropa. Barang-barang tersebut berupa benda-benda keperluan rumah tangga orang Eropa seperti tempat lilin, perabot makan dan minum, serta perhiasan gaya Eropa dengan motif tradisional Kotagede.

Seni kerajinan perak Kotagede muncul bersamaan dengan Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16. Pada masa pemerintahan Panembahan Senopati, abdi dalem kriya diperintahkan untuk membuat perhiasan dari emas dan perak. Kemudian di masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII, beliau sangat terpikat dengan keindahan kerajinan logam ini kemudian memerintahkan abdi dalem kriya untuk meneruskan dan mengembangkan seni kerajinan logam tersebut.

Kerajinan Perak Kotagede
Kerajinan Perak Kotagede
Salah satu perusahaan pengrajin perak di Kotagede adalah Bapak dan Ibu Harto Suhardjo, yang memang sangat tertarik dengan perhiasan sehingga membuka toko pertamanya dengan nama “Terang Bulan” pada tahun 1950.

Usahanya memproduksi perhiasan perak yang unik-unik. Beberapa tahun kemudian, nama usahanya berubah menjadi HS Silver, yang merupakan inisial namanya. HS Silver menawarkan perhiasan bermotif Jawa. Pada tahun 1975, mereka membuka cabang pertamanya di Denpasar, Bali Motif kerajinan perak Kotagede biasanya bercorak tumbuh-tumbuhan, motif daun dan bunga

teratai. Ciri khas yang tetap dipertahankan adalah pengerjaan produksi kerajinan secara manual dengan tetap mengandalkan ketrampilan tangan. Baik kerajinan perak lempengan atau kerajinan perak filigri (seutas kawat perak tipis dipilih satu persatu dan dirangkai sedemikian rupa untuk memperoleh bentuk yang dikehendaki) dikerjakan dengan penuh ketelitian. Sebagian lagi memerlukan proses yang berbeda, misalnya dengan melalui proses pembakaran untuk memperoleh perak bakar yang juga banyak digemari.

Tour Ke Jogja

Bukankah wisata ini sangat cocok untuk anda yang sangat suka untuk berpetuwalangan pasti wisata ini sangat menantang buat anda, jika anda kesana anda tidak akan merasa meyesal karena di sana pemandangannya begitu indah, jangan lupa untuk mengajak kerabat terdekat anda yang suka berpetuwalangan seperti anda dan menghabiskan waktu liburandan di Wisata Ke Jogja bersama Cheria Halal Holiday.




Salam +Cheria Holiday jika berminat hubungi cs kami.
logoblog
Previous
« Prev Post

Disini Pasarnya Tour Halal Promo

Disini Pasarnya Tour Halal Promo