Makna Thawaf Dan Manfaatnya

Konten [Tampil]

 Apa itu Tawaf? Tata Cara Tawaf & Doa Lengkap



apa itu tawaf
Sumber: Omer F. Arslan/Unsplash.com


Salah satu rukun dalam pelaksanaan ibadah haji maupun umrah adalah tawaf. Lantas, apa itu tawaf? Kegiatan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali ini melambangkan persatuan dan kesetaraan, sekaligus perwujudan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. 

Untuk diketahui, Ka’bah adalah sebuah bangunan kubus yang dianggap sebagai tempat paling suci dalam Islam. Meskipun termasuk dalam rangkaian tata cara haji, tawaf dapat dilakukan sebagai ibadah mandiri. 

Untuk itu, calon jamaah dianjurkan untuk memahami konsep tawaf dengan mendalam agar ibadah haji dan umrah dapat berjalan dengan lancar. Cheria telah merangkumkan tentang apa itu tawaf dan bagaimana pelaksanaannya dalam penjelasan berikut ini. 

Apa itu Tawaf? 

apa itu tawaf
Sumber: Tasnim Umar/Unsplash.com


Tawaf adalah salah satu rangkaian ibadah yang harus dilakukan dalam umrah dan haji. Ibadah ini merupakan salah satu rukun penting yang tidak boleh dilewatkan dalam pelaksanaan haji dan umrah Tawaf berarti mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Perintah untuk melakukan tawaf tercantum dalam Q.S. A-Hajj ayat 29, yang memiliki arti: 

“Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah).” (QS Al-Hajj: 29). 

Kegiatan ini merupakan salah satu amal ibadah yang dilaksanakan oleh umat Muslim saat menunaikan ibadah haji dan umrah di Tanah Suci. Tawaf menjadi salah satu rukun dalam pelaksanaan haji dan umrah yang wajib dilaksanakan agar ibadahnya sah. 

Bagaimana Tata Cara Tawaf yang Benar?

apa itu tawaf
Sumber: Ibrahim Uz/Unsplash.com


Sebelum memulai tawaf, pastikan Anda telah memenuhi syarat sah shalat, seperti berwudhu, menutup aurat, dan menghadap kiblat. Niatkanlah tawaf dengan tulus, memohon ridha dan rahmat Allah SWT.

Berikut selengkapnya tata cara tawaf yang benar agar ibadah haji dan umroh Anda dapat berjalan lancar: 
1. Pastikan Anda telah memenuhi syarat sah shalat, yaitu: 
  • Bersuci (berwudhu)
  • Menutup aurat dengan sempurna
  • Menghadap kiblat
  • Berdiri tegak jika mampu
  • Meniatkan untuk tawaf
2. Niatlah sebelum memulai tawaf baik diucapkan secara lisan atau dalam hati dengan tulus, disesuaikan dengan jenis tawaf yang hendak dilaksanakan. 
3. Memulai tawaf: 
  • Dimulai dari Hajar Aswad, batu hitam yang terletak di sudut Ka’bah. 
  • Posisikan diri Anda di depan Hajar Aswad, arahkan pundak kiri Anda ke arahnya. 
  • Sentuh Hajar Aswad dengan tangan kanan Anda, cium jika memungkinkan. 
  • Jika tidak memungkinkan untuk mencium Hajar Aswad, Anda dapat mengusapnya dengan tangan, kemudian mencium tangan Anda. 
  • Sebelum mulai berjalan dan melakukan putaran, bacalah doa berikut: 
بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ إيمَانًا بِكَ وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِك وَوَفَاءً بِعَهْدِك وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّك مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Dengan nama Allah, Allah maha besar. Ya Allah, (aku bertawaf) karena keimanan kepada-Mu, kepercayaan terhadap kitab suci-Mu, pemenuhan terhadap janji-Mu, dan kepatuhan terhadap sunnah nabi-Mu Muhammad SAW,” (Imam An-Nawiwi, Al-Idhah fi Manasikil Haji pada Hasyiyah Ibnu Hajar alal Idhah, [Beirut, Darul Fikr: tanpa tahun], halaman 127). 

4. Putaran tawaf: 
  • Lakukan putaran mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran berlawanan arah jarum jam. 
  • Pada putaran pertama, usahakan untuk menempelkan badan Anda pada Ka'bah sebisa mungkin.
  • Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, lakukan tindakan ijab kabul dengan menggeser bahu kanan Anda ke depan dan ke belakang.
  • Saat melewati Rukun Iraqi, Anda dianjurkan untuk menciumnya atau mengusapnya.
  • Saat melewati Multazam, Anda dianjurkan untuk berdoa dengan mengangkat tangan.
5. Sunnah tawaf: 
  • Sebaiknya tawaf dilakukan dengan berjalan kaki, kecuali bagi jamaah yang lemah atau sakit.
  • Pada putaran 1-3, lakukan dengan berjalan cepat, sedangkan pada putaran 4-7, lakukan dengan berjalan biasa.
  • Upayakan untuk mencium Hajar Aswad setiap kali melintasinya.
  • Jika tidak memungkinkan, cukup dengan mengusapnya dan mencium tangan Anda.
  • Bacalah doa-doa yang dianjurkan selama tawaf, seperti doa saat melewati Rukun Yamani, Multazam, dan Hijir Ismail.
  • Setelah menyelesaikan tawaf, lakukan shalat sunnah dua rakaat di Maqam Ibrahim.
Perlu diketahui juga bahwa ada beberapa hal dalam tawaf yang sebaiknya dipahami oleh para jamaah, termasuk: 
  • Tawaf diperbolehkan dengan berbicara kepada orang lain, namun dengan pembicaraan yang baik.
  • Pundak kiri harus selalu lurus ke arah kiblat selama tawaf.
  • Hindari menoleh ke belakang saat tawaf.
  • Jika ada kerumunan jamaah yang padat, jagalah kesabaran dan jangan saling mendorong.

Bacaan Doa Tawaf 

Doa dalam tawaf memegang peranan penting sebagai wujud komunikasi dan harapan seorang hamba kepada Allah SWT. Untuk itu penting bagi setiap jamaah untuk dapat mengamalkan doa-doa tersebut dalam setiap putaran tawaf. Adapun doa tawaf menurut hitungan putarannya, yaitu: 

1. Putaran Pertama 

“Subahaanallaahi walhamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu allahu akbar. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiimi. Wash shalaatu wassalaamu'alaa rasuulillaaahi shallallaahu 'alaihi wa sallama. Allahumma iimaanan bika wa tashdiqan bikitaabika wa wafaa'an bi'aadhika wattibaa'an li sunnati nabiyyika muhammadin shallaahu 'alaihi wa sallama. Allahumma inni as'alukal 'afwa wal 'aafiya wal mu'aafatan daaimata fid diini wad dunyaa wal aakhirati wal fauza bil jannati wannajaata minannaari.”

Artinya: “Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya (untuk memperoleh manfaat) dan tiada kemampuan (untuk menolak bahaya) kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung. Ya Allah, aku beriman kepadaMu dan percaya terhadap kitabMu dan mengikuti sunnah NabiMu Muhammad SAW. 

Tuhanku, anugerahilah aku sifat hemat terhadap rezekiMu, berkatilah aku atas semua yang Engkau anugerahkan kepadaku dan gantilah apa yang aku luput dari padanya dengan kebajikan dariMu. 

Ya Allah, jadikanlah ṭawaf ini sebagai ibadah haji yang mabrur dan ibadah sa'i yang diterima dan dosa yang diampuni.

Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, dan hapuskanlah apa yang engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau, Ya Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah.

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka.

Ya Allah, aku memohon kepadaMu kesehatan di dunia dan akhirat. Aku memohon kepadaMu ampunan dan kesehatan di dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku.

Ya Allah, tutuplah segala aibku dan berilah kami kebahagiaan surga dan hindarkanlah dari siksa neraka.

Ya Allah, aku memohon ketenangan ketika meninggal dan ampunan pada hari perhitungan. Tidak ada tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian di tanganNya segala kebaikan. Dia Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka.” 

2. Putaran Kedua 

“Allahumma innaa haadzal baita baituka wal haraama haraamuka wal amna amnuka wal 'abda 'abduka wa anaa 'abduka wabnu 'abdika wa haadzaa maqaamu 'aidza bika minannaari faharrim luhuumanaa wa basyaranaa 'alannaari. Allahumma habbib ilainal iimaana wa zayyinhu fii quluubinaa wa karrih ilainal kufra wal fusuuqa wal 'ishyaanaa waj'alnaa minar raasyidiina. Allahumma qinii 'adzaabaka yauma tab'atsu 'ibaadaka. Allahummarzuqnal jannata bighairi hisaabin.”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Bait ini rumahMu, tanah mulia ini tanahMu, negeri aman ini negeriMu, hamba ini hambaMu, anak dari hambaMu, dan tempat ini adalah tempat orang berlindung padaMu dari siksa neraka,

Ya Allah dekatkanlah kami pada iman, dan biarkanlah ia menghias hati kami, dan tanamkanlah rasa benci pada diri kami pada perbuatan kufur, fasik, ma'siat, dan durhaka serta masukkan kami dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Ya Allah lindungilah aku dari azab-Mu di hari Engkau kelak membangkitkan hamba-hambaMu.

Ya Allah, anugerahkan surga kepadaku tanpa hisab.”

3. Putaran Ketiga

“Allahumma inni a'udzubika minasysyakki wasysyirki wasysyiqaaqi wannifaaqi wa suu'il akhlaaqi wa suu'il manzhari wal munqalabi fil maali wal ahli wal waladi. Allahumma innii as'aluka ridhaaka wal jannata wa a'udzubika min shkathika wannaar. Allahumma innii a'udzubika min fitnatil qabri wa a'udzubika min fitnatil mahyaa wal mamaati.”

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari syirik, keraguan, kekufuran, kemunafikan, perselisihan, buruk budi pekerti, dan aku berlindung dari fitnah keluarga, harta dan keturunan.

Ya Allah, aku mohon kepadamu keridhaanMu dan surga. Dan aku berlindung padaMu dari murka-Mu dan siksa neraka. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah kubur, dan aku berlindung kepadaMu dari fitnah dajjal, fitnah kehidupan dan derita kematian.”

4. Putaran Keempat

“Allahummaj'alnii hajjan mabruuran wa sa'yan masykuuran wa dzanban maghfuura wa 'amalan shaalihan maqbuulan wa tijaaratan lan tabuura. Ya 'aalima maa fish shuduuri akhrijnii minazh zhulumaati ilannuri. ALlahumma inni as 'aluka mujibaati rahmatika wa 'azaa'imi maghfiratika wassalaaamata min kulli itsmin wal ghaniimata min kulli birrin wal fauza bil jannati wannajaata minannaari. Rabbi qanni'nii bimaa razaqtanii wa baariklii fiimaa 'athaitanii wakhluf 'alaynaa kulla ghaibatin minka bikhairin.”

Artinya: “Ya Allah, karuniakanlah haji yang mabrur, sa'i yang diterima, dosa yang diampuni.

Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah, dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah.

Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkanlah kami dari siksa neraka. Wahai Dzat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu dalam dada keluarkanlah kami dari kegelapan menuju cahaya terang.

Ya Allah, aku mohon padaMu segala yang menentukan rahmatMu dan segala yang mendatangkan ampunanMu, serta selamat dari segala dosa dan keberuntungan dengan mendapat berbagai kebaikan, dan surga, serta terhindar dari siksa neraka.

Ya Allah, aku memohon kepadaMu agar tidak membiarkan dosa kecuali Engkau ampuni, tidak ada satu kepedihan kecuali Engkau lapangkan, dan tidak ada kebutuhan yang engkau ridhai kecuali Engkau penuhi, Wahai Tuhan Yang Maha Kasih.

Tuhanku puaskanlah aku dengan anugerah yang telah Engkau berikan, berkatilah semua yang telah Engkau anugerahkan dan gantilah segala yang hilang dariku dengan kebaikan dariMu.”

5. Putaran Kelima

“Allahumma azhillanii tahta zhilli 'arsyika yauma laa zhilla illaa zhilluka walaa baqiya illaa wajhuka wa asqini min haudhi nabiyyika muhammadin shallallaahu 'alaihi wasallama syurbatan haniii'atan marii'atan laa azah'u ba'dahaa abadan. Allahumma innii as'aluka min khairi maa sa'alaka minhu nabiyyiuka muhammadun shallallaahu 'alaihi wa sallama wa a'uudzubika min syarri maa 'aadzaka minhu nabiyyuka muhammadun shallallahu 'alaihi wa sallama. Allahumma innii as'alukal jannata wa na'iimahaa wa maa yuqarribunii ilaihaa min qaulin au fi'lin au 'amalim wa a'udzubika minannaari wa maa yuqaarribunii ilaihaa min qaulin au fi'lin au 'amalain.”

Artinya: “Ya Allah, lindungilah kami di bawah naungan singgasanaMu pada hari yang tidak ada naungan selain naunganMu dan tidak ada yang kekal kecuali Zat-Mu. Ya Allah, berilah aku minuman dari telaga Nabi Muhammad SAW dengan suatu minuman yang sesudah itu aku tidak akan haus untuk selamanya.

Ya Allah, aku mohon padaMu kebaikan yang dimohonkan oleh Nabi-Mu Muhammad SAW dan aku berlindung kepadaMu dari kejahatan yang dimintakan perlindungan oleh Nabi-Mu Muhammad SAW.

Ya Allah, aku mohon padaMu surga serta nikmatnya dan apapun yang dapat mendekatkan aku padanya, baik ucapan maupun amal perbuatan dan aku berlindung padaMu dari neraka serta apapun yang mendekatkan aku padanya baik ucapan maupun amal perbuatan.”

6. Putaran Keenam

“Allahuma innaa laka 'alayya huquuqan katsiratan fiima bainii wa bainaka wa huquuqan katsiran fiiimaa bainii wa baina khalqika. Allahumma maa kaana laka minhaa faghfirhu lii wa maa kaana likhalqika fatahammalhu 'annii wa aghninii bihalaalila 'an haraamika wa bithaa'atika 'an ma'shiyyatika wa bidadhlika 'amman siwaaka yaa waasi'al maghfirati. Allahumma inna baitaka 'azhiimun wa wajhaka kariimun wa anta yaa allahumma haliimun kariimun 'azhiimun tuhibbul 'afwa fa'fu'annii.”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mempunyai hak kepadaku banyak sekali dalam hubunganku dengan Engkau dan Engkau juga mempunyai hak banyak sekali dalam hubunganku dengan makhluk-Mu.

Ya Allah, apa yang menjadi hakMu kepadaku, maka ampunilah diriku dan apa saja yang menjadi hakMu kepada makhlukMu, maka tanggunglah dariku. Cukupkanlah aku dengan rezekiMu yang halal, terhindar dari yang haram, dengan taat kepadaMu, terhindar dari kemaksiatan dan dengan anugerah-Mu terhindar dari pada mengharapkan dari orang lain selain kepadaMu, Wahai Tuhan Yang Maha Pengampun.

Ya Allah, sesungguhnya rumahMu (Baitullah) ini Agung, ZatMu pun Mulia.

Ya Allah, hindarkanlah aku dari api neraka dan godaan setan yang terkutuk, dan haramkanlah dagingku, darahku atas api neraka dan selamatkanlah aku dari dahsyatnya hari kiamat dan cukupkanlah aku dari penderitaan dunia dan akhirat. Engkau Maha Penyabar, Maha Pemurah, Maha Agung yang sangat suka memberi ampun, maka ampunilah aku.”

7. Putaran Ketujuh

“Allhumma innii as'aluka iimaanan kaamilan wa yaqiinan shaadiqan wa rizqan waasi'an wa qalban khaasyi'an wa lisaaanan dzaakiran wa halaalan thayyiban wa taubatan nashuuhan wa taubatan qablal mauti wa maghfiratan wa rahmatan ba'dal mauti wal 'afwa 'indal hisaabi wal fauza bil jannati wannajaata minannaari birahmatika yaa 'aziizu bishshaalihin.”

Artinya: “Ya Allah, aku mohon pada-Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, rezeki yang halal dan baik, hati yang khusyu', lidah yang selalu berzikir, taubat yang semurni murninya dan taubat sebelum mati, ampunan dan rahmat sesudah mati.

Ya Allah aku mohon kepadamu ketenangan ketika mati dan ampunan ketika hisab, serta keberuntungan dengan memperoleh surga dan terhindar dari neraka dengan kasih sayangMu. Wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengampun. Tuhanku, tambahan ilmu pengetahuan dan gabungkan aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh.”

Macam-macam Tawaf, Ada Berapa?

apa itu tawaf
Sumber: Ekrem Osmanoglu/Unsplash.com


Dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah, terdapat empat macam tawaf yang diakui dan dilaksanakan oleh umat Muslim, yaitu Tawaf Qudum, Tawaf Tathawwu, Tawaf Ifadah, Tawaf Wada. Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing jenis tawaf:    

1.Apa itu Tawaf Qudum?

Tawaf Qudum atau Tawaf Dukhul adalah tawaf yang dilakukan saat pertama kali tiba di Kota Makkah. Tawaf ini disebut juga sebagai tawaf selamat datang. Setiap kai Rasulullah SAW masuk ke Masjidil Haram, beliau selalu melaksanakan Tawaf Qudum sebagai pengganti sholat tahiyatul masjid. 

Hukumnya sunnah, sehingga jika tidak dilaksanakan, tidak akan membatalkan pelaksanaan ibadah haji atau umrah. Tawaf Qudum dilakukan dengan berjalan biasa, tanpa perlu berlari-lari. Bagi wanita yang sedang haid atau nifas, tidak diperbolehkan untuk melaksanakan tawaf ini. 

Tata Cara Pelaksanaan Tawaf Qudum

Berikut adalah tata cara pelaksanaan Tawaf Qudum: 
  • Sebelum memulai tawaf, jamaah harus dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil. Disarankan untuk berwudhu dan memastikan kebersihan diri. 
  • Laki-laki mengenakan dua lembar kain ihram (rida’ dan izar), sedangkan wanita mengenakan pakaian yang menutup aurat sesuai dengan syariat Islam. 
  • Memasuki Masjidil Haram dengan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid: 
بِسْمِ اللَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Artinya: “Bismillah, shalawat dan salam atas Rasulullah, Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”
  • Niatkan dalam hati untuk melaksanakan Tawaf Qudum sebagai ibadah sunnah ketika pertama kali tiba di Masjidil Haram: “Nawaitu Tawafa Sunnatan Lillahi Ta’ala.”, yang artinya “Aku berniat tawaf sunnah karena Allah SWT.”
  • Selanjutnya, jamaah melaksanakan tata cara tawaf pada umumnya. 

2. Penjelasan Tawaf Tathawwu

Tawaf Tathawwu adalah jenis tawaf yang dapat dilakukan kapan saja. Tawaf ini berfungsi sebagai pengganti sholat tahiyatul masjid saat memasuki Masjidil Haram.

Tawaf Tathawwu berfungsi sebagai ibadah tambahan yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta sebagai pengganti sholat tahiyatul masjid setiap kali memasuki Masjidil Haram.  

Tawaf Tathawwu hukumnya sunnah, yang berarti bahwa meskipun pelaksanaannya tidak diwajibkan, melakukannya akan mendatangkan pahala tambahan dan kebaikan bagi pelakunya. Tidak melaksanakan tawaf ini tidak akan membatalkan ibadah haji atay umrah. 

Tata Cara Pelaksanaan Tawaf Tathawwu

Adapun tata cara pelaksanaan Tawaf Tathawwu, yaitu: 
  • Sebelum memulai tawaf, pastikan dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil. Disarankan untuk berwudhu dan memastikan kebersihan diri. 
  • Laki-laki mengenakan kain ihram, sedangkan wanita mengenakan pakaian yang menutup aurat sesuai dengan syariat Islam. 
  • Masuki Masjidil Haram dengan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid: 
بِسْمِ اللَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Artinya: “Bismillah, shalawat dan salam atas Rasulullah, Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”
  • Niatkan dalam hati untuk melaksanakan Tawaf Tathawwu sebaagi ibadah sunnah yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT: “Nawaittu Tawafa Tathawafan Lillahi Ta’ala Sab’ata Asywat Lillahi Ta’ala", yang artinya “Aku berniat untuk melakukan Tawa Tathawaf sebanyak tujuh putaran demi Allah SWT.” 
  • Selanjutnya, jamaah melaksanakan tata cara tawaf pada umumnya. 

Apa itu Tawaf Ifadah?

Tawaf Ifadah, juga dikenal sebagai Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun, adalah salah satu rukun haji yang harus dilaksanakan agar hajinya sah. Tawaf ini diutamakan dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah (Pada Hari Raya Idul Adha), setelah melempar jumrah aqabah di Mina dan tahalul atau mencukur rambut. 

Tawaf Ifadah sebaiknya dilakukan sebelum berakhirnya hari-hari tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Jenis tawaf ini adalah tawaf yang wajib dilaksanakan dalam rangkaian ibadah haji, dan jika tidak dilaksanakan, akan menyebabkan ibadah haji menjadi batal. 

Tata Cara Pelaksanaan Tawaf Ifadah

Berikut tata cara pelaksanaan Tawaf Ifadah: 

  • Pastikan dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil dengan berwudhu. 
  • Kenakan pakaian ihram untuk laki-laki dan pakaian yang menutup aurat sesuai dengan syariat Islam untuk wanita. 
  • Setelah melempar jumrah awal di Mina pada Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah), jamaah haji menuju Masjidil Haram di Makkah untuk melaksanakan Tawaf Ifadah. 
  • Masuki Masjidil Haram dengan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid: 
بِسْمِ اللَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Artinya: “Bismillah, shalawat dan salam atas Rasulullah, Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”
  • Niatkan dalam hati untuk melaksanakan Tawaf Ifadah sebagai bagian dari ibadah haji, dengan membaca: “Nawaitu At-Tawafu Lillahi Ta’ala Hajjat Al-Ifadah Sab’ata Asywat Lillahi Ta’ala," yang artinya "Aku berniat tawaf Baitullahil Haram sebanyak tujuh putaran untuk melaksanakan haji ifadah karena Allah SWT.” 

Apa itu Tawaf Wada?

Tawaf Wada adalah tawaf perpisahan yang juga disebut sebagai Tawaf Shadar (Tawaf Kembali). Tawaf ini dilakukan sebagai bentuk perpisahan sebelum para jamaah haji meninggalkan Makkah dan kembali ke negara masing-masing. Hukum Tawaf Wada adalah wajib, sehingga jika tidak dilaksanakan, jamaah harus membayar dam.

Tata Cara Pelaksanaan Tawaf Wada

Tata cara Tawaf Wada yang harus diikuti oleh jamaah, yaitu: 
  • Pastikan dalam keadaan suci dengan berwudhu. 
  • Kenakan pakaian ihram untuk laki-laki dan pakaian yang menutup aurat sesuai dengan syariat Islam untuk wanita. 
  • Masuki Masjidil Haram dengan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid: 
بِسْمِ اللَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Artinya: “Bismillah, shalawat dan salam atas Rasulullah, Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”
  • Niatkan dalam hati untuk melaksanakan Tawaf Wada sebagai bagian dari ibadah haji dan sebagai tanda perpisahan dari Masjidil Haram, dengan membaca: “Nawaitu Tawafa Wada’an Lillahi Ta’ala," yang artinya: Aku berniat tawaf perpisahan karena Allah SWT.” 
  • Selanjutnya, jamaah melaksanakan tata cara tawaf pada umumnya. 

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai apa itu tawaf. Mulai dari pengertian, tata cara, jenis, hingga doa yang ada, semoga dapat membantu para jamaah haji dan umrah agar dapat beribadah dengan khusyuk dan nikmat. 

—-------------
Ingin berlibur dengan tenang sesuai kebutuhan muslim? Cheria Holiday hadir sebagai solusi wisata halal terbaik untuk Muslim dan dengan pilihan paket wisata yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan Muslim, dengan:
  • Sholat terjaga: Kami memastikan Anda tidak melewatkan waktu sholat selama berlibur.
  • Kunjungan masjid: Kami membawa Anda ke masjid-masjid indah di setiap destinasi wisata.
  • Makanan halal: Kami menyediakan makanan halal yang lezat dan bergizi.
  • Paket wisata lengkap: Kami menawarkan berbagai paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Tour Leader Muslim: Kami memberikan pelayanan terbaik untuk memastikan kenyamanan Anda selama berlibur dengan tour guide dan tour leader muslim yang ramah dan profesional
Follow Instagram kami @cheriaholiday (https://www.instagram.com/cheriaholiday/) untuk update promo menarik dan inspirasi liburan!

Kunjungi website kami https://cheriatravel.id/ untuk informasi lebih lengkap dan pemesanan paket wisata.

Jangan ragu untuk menghubungi kami untuk mendapatkan konsultasi gratis.
  • WA: 085777299981
  • Call: 021 7900216 / 087885217393
Dengan jaringan mitra dan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, Cheria Holiday siap menemani perjalanan wisata Anda ke berbagai penjuru negeri.


Lebih baru Lebih lama