Salah satu momen paling mendebarkan saat liburan ke luar negeri bukanlah saat memilih destinasi wisata, melainkan ketika berdiri di kasir toko atau kedai lokal, lalu menyadari bahwa metode pembayaran yang biasa kita gunakan di Indonesia ternyata tidak berlaku di sana.
Bagi traveler asal Indonesia, tantangan ini bisa
datang dari mana saja—mulai dari negara yang sangat berbasis aplikasi digital
lokal tertutup, hingga negara-negara di belahan dunia lain yang sudah beralih
sepenuhnya ke sistem non-tunai. Supaya kamu tidak kebingungan saat berbelanja
di berbagai destinasi internasional, yuk intip panduan praktis metode
pembayaran berikut ini:
1. Menaklukkan Sistem Pembayaran Digital di China
Saat berkunjung ke China (Tiongkok), sistem
keuangannya hampir 100% cashless dan menggunakan ekosistem digital
mandiri yang berbeda dari negara lain. Kartu kredit internasional atau aplikasi
pembayaran barat sering kali tidak bisa digunakan di toko-toko lokal.
- Solusinya:
Sebelum berangkat, unduh aplikasi Alipay atau WeChat Pay.
Hubungkan kartu debit atau kartu kredit berlogo Visa/Mastercard milikmu ke
aplikasi tersebut, dan pastikan verifikasi paspor sudah selesai di
Indonesia agar siap memindai kode QR pedagang lokal setibanya di sana.
2. Memanfaatkan Kartu Tap-to-Pay di Eropa,
Inggris, dan Uni Emirat Arab
Di kawasan seperti Inggris, sebagian besar negara Eropa,
hingga pusat kemegahan modern di Uni Emirat Arab (Dubai & Abu Dhabi),
penggunaan uang tunai perlahan mulai ditinggalkan untuk transaksi harian di
transportasi umum maupun pusat perbelanjaan.
- Solusinya:
Manfaatkan kartu debit berlogo contactless (simbol gelombang) atau
gunakan layanan dompet digital global seperti Apple Pay / Google Pay yang
terhubung dengan rekening bankmu untuk bertransaksi secara praktis hanya
dengan sekali tap.
3. Menyesuaikan Transaksi di Jalur Sutra Asia Tengah
(Uzbekistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, & Tajikistan)
Menjelajahi kawasan Asia Tengah seperti Uzbekistan, Kazakhstan,
Kyrgyzstan, dan Tajikistan menawarkan pengalaman budaya yang
kaya, namun infrastruktur pembayarannya bervariasi. Di kota-kota besar seperti
Almaty (Kazakhstan) pembayaran digital sudah lumayan maju, tetapi di pasar
tradisional atau daerah pegunungan (seperti Kyrgyzstan dan Tajikistan), uang
tunai masih menjadi raja.
- Solusinya:
Selalu siapkan uang tunai mata uang lokal atau US Dollar secukupnya untuk
transaksi harian di wilayah pinggiran atau pedesaan.
4. Selalu Sedia Uang Tunai (Cash) Lokal Secukupnya
Meskipun banyak negara kini serba digital, membawa uang
tunai lokal tetap menjadi penyelamat utama di kondisi darurat—seperti saat
mesin EDC toko rusak, sinyal internet hilang, atau berbelanja di pasar
tradisional kecil.
- Solusinya:
Tukarkan mata uang lokal secukupnya sejak dari Indonesia atau lakukan
tarik tunai di ATM resmi setibanya di bandara tujuan agar perjalananmu
tetap aman dan lancar!