travel umroh dan haji dan tour muslim yang halal

Doa Umroh Dan Haji

DOA UMROH DAN HAJI CHERIA TRAVEL

Salam Cheria! Untuk Sahabat Cheria di seluruh Nusantara yang selalu bahagia.

Doa termasuk dalam kategori ibadah kepada Allah Swt., sehingga bagi setiap muslim diwajibkan untuk berdoa. Oleh karena masuk dalam kategori ibadah, jadi seharusnya muslim yang berdoa bukan semata karena permintaan, tapi karena sebuah pengabdian seorang hamba kepada Tuhan-Nya. Sah-sah saja saat Sahabat Cheria berdoa disertai dengan permintaan kepada Allah, namun semestinya permintaan Sahabat Cheria harus ditempatkan sebagai bagian dari ibadah dan bukan sebuah tuntutan yang wajib dikabulkan dengan segera.

Allah berfirman, “....Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah [2] : 186).

Maksud ayat di atas yang menegaskan jaminan pengabulan dari Allah kepada hamba-Nya yang berdoa dimaksudkan sebagai perintah untuk berdoa. Sehingga karena bersifat perintah, maka selaku hamba-Nya wajib hukumnya untuk berdoa, bahkan orang yang tidak mau berdoa kepada Allah termasuk dalam kategori manusia yang angkuh alias sombong.


Memahami Makna Ibadah Haji dan Umroh


Berdoa tidaklah mengenal waktu dan tempat, dimanapun berada dan dalam kondisi apa pun sebagai hamba-Nya yang patuh, hendaknya selalu memanjatkan doa kepada Allah. Termasuk juga saat Sahabat Cheria sedang melaksanakan haji maupun umroh, Sahabat Cheria diharapkan lebih banyak berdoa kepada Allah, selain sebagai bentuk menjalankan perintah Allah, juga sebagai permohonan, terutama permohonan dalam bentuk permintaan maaf atas semua kesalahan yang dilakukan oleh Sahabat Cheria kepada Allah. Apalagi saat Sahabat Cheria berada di Tanah Suci, yang di dalamnya terdapat keberkahan berlimpah ruah.


Haji


Nah! Sekarang Cheria akan memberi bekal doa untuk Sahabat Cheria yang hendak melaksanakan haji maupun umroh. Doa-doa di bawah ini sudah menjadi pedoman bagi jamaah yang melaksanakan haji atau umroh melalui Cheria Travel.

Talbiyah

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ. لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ. إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ. لَا شَرِيْكَ لَكَ.
“Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya, pujian dan nikmat adalah milik-Mu. Bergitu juga dengan kerajaan. Tidak ada sekutu bagi-Mu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Doa Melihat Ka’bah
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ.
“Ya Allah, Engkau adalah Penyelamat dan keselamatan diharapkan dari Engkau. Maka, kekalkanlah kami dalam keselamatan.” (HR. Baihaqi).

Zikir Ketika di Masy’aril Haram

...رَكِبَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقَصْوَاءَ حَتَّى أَتَى الْمَشْعَرَ الْحَرَامَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ فَدَعَاهُ وَكَبَرَّهُ وَهَلَّلَهُ وَوَحَّدَهُ فَلَمْ يَزَلْ وَاقِفًا حَتَّى أَسْفَرَ جِدًّا فَدَفَعَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسَ....
“...Nabi Saw. naik unta bersama al-Qashwa’ hingga Masy’aril Haram. Lalu, beliau menghadap qiblat, berdoa, membaca takbir (Allahu Akbar), tahlil (Laa ilaaha illallah), dan kalimat tauhid. Beliau terus berdoa hingga fajar menyingsing. Setelah itu, beliau pergi ke Mina sebelum matahari terbit....” (HR. Muslim).
اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ.
“Allah Mahabesar. Tidak ada Tuhan melainkan hanya Allah Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya.” (HR. Muslim).

Doa Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
“Ya Tuhan kami, anugerahilah kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat serta peliharalah kami dari api neraka.” (HR. Abu Daud, Ahmad, dan al-Baghawi).

Doa di Bukit Shafa dan Marwa

لَآإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لَآإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ.
“Tidak ada Tuhan, melainkan Allah Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki segala kekuasaan dan pujian serta Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan, melainkan Allah Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya, Yang menolong hamba-Nya dan menghancurkan musuh-Nya sendiri.” (HR. Muslim).

Doa di Hari Arafah
لَآإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَآ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
“Tidak ada Tuhan, melainkan Allah Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki segala kekuasaan dan pujian serta Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR. Al-Tirmidzi).

Takbir dan Doa Ketika Melempar Jumrah
إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَمَى الْجَمْرَةَ بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ يُكَبِّرُ كُلَّمَا رَمَى بِحَصَاةٍ ثُمَّ تَقَدَّمَ أَمَامَهَا فَوَقَفَ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ رَافِعًا يَدَيْهِ يَدْعُو وَكَانَ يُطِيْلُ الْوُقُوْفَ ثُمَّ يَأْتِي الْجَمْرَةَ الثَّانِيَةَ فَيَرْمِيْهَا بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ يُكَبِّرُ كُلَّمَا رَمَى بِحَصَاةٍ فَيَقِفُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ رَافِعًا يَدَيْهِ يَدْعُو ثُمَّ يَأْتِي الْجَمْرَةَ الَّتِي عِنْدَ الْعَقَبَةِ فَيَرْمِيْهَا بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ يُكَبِّرُ عِنْدَ كُلِّ حَصَاةٍ ثُمَّ يَنْصَرِفُ وَلاَ يَقِفُ عِنْدَهَا.
“Sesungguhnya, Rasulullah Saw. melempar Jumratul ‘Ula dengan tujuh batu kerikil. Beliau takbir setiap kali melempar, lalu maju dan berdiri lama menghadap kiblat. Beliau berdoa sambil mengangkat kedua tangannya. Beliau melakukan hal yang sama pada Jumratuts Tsaniyah, lalu berdoa. Beliau melempar Jumratul ‘Aqabah dengan tujuh batu kerikil dan takbir setiap kali melempar. Lalu, beliau langsung pergi dan tidak berdoa setelahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
اللهُ أَكْبَرُ.
“Allah Mahabesar.” (HR. Bukhari)
اَللَّهُمَّ احْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا.
“Ya Allah, jadikanlah haji ini, haji yang mabrur dan dengannya dosa-dosa diampuni.” (HR. At-Tirmidzi).

Takbir Setiap Kali Tiba di Hajar Aswad

اللهُ أَكْبَرُ.
“Allah Mahabesar.” (HR. Bukhari)

Doa Pulang Haji atau Umroh

لَآإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. آيِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ.
“Tidak ada Tuhan kecuali Allah semata. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nyalah segala kekuasaan dan pujian. Dan, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Kami kembali, bertobat, dan tetap beribadah serta memuji Tuhan kami. Janji Allah pasti tepat dan Dia telah membela hamba-Nya serta mengalahkan semua musuh-musuh-Nya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mudah-mudahan doa di atas diijabah oleh Allah saat Sahabat Cheria memanjatkannya di Tanah Suci. Bagi Sahabat Cheria yang berharap pengetahuan ataupun informasi lebih dalam terkait haji atau umroh dapat menghubungi Cheria Travel, dengan alamat sebagai berikut :

PT. Cheria Travel
Gedung Twink Lt. 3
Jl. Kapten P. Tendean No. 82 Mampang Prapatan
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12790
Telp. : 021-7900 216 (Hunting)
Mobile : 021-444 610 74
Fax. : 021-7918 2408

Web : http://www.cheria-travel.com

» Thanks for reading Doa Umroh Dan Haji