travel umroh dan haji dan tour muslim yang halal

Menilik Faedah Ibadah Haji Yang Sesungguhnya

Menilik Faedah Ibadah Haji Yang Sesungguhnya

Haji adalah ibadah yang istimewa jika dilihat dari beratnya persyaratan, prosesi ibadah dan reward yang dijanjikan oleh Sang Pemilik Kehidupan, Allah SWT. Karenanya sangat masuk akal jika haji ditempatkan sebagai rukun Islam yang ke lima. Saking istimewanya setiap tahun jutaan umat muslim dari seluruh dunia rela menghabiskan biaya yang besar, meluangkan waktunya dan meninggalkan segala kenyamanan dunianya selama berhari-hari untuk berkumpul di tanah haram.


Menilik Faedah Ibadah Haji Yang Sesungguhnya
Menilik Faedah Ibadah Haji Yang Sesungguhnya


Tidak terkecuali jamaah haji dari Indonesia yang jumlahnya kurang lebih mencapai 250 ribuan orang per tahunnya. Jumlah yang sangat besar. Hampir setiap tahun ada ribuan bahkan jutaan penduduk Indonesia berangkat dan kembali dari tanah suci Mekah dengan atribut baru sebagai bapak haji atau ibu hajjah. 

Harapan kita, dengan atribut baru itu, akan lahir suasana kehidupan baru yang lebih baik. Harapan ini perlu ditandaskan, karena bertambahnya jumlah hujjaj (mereka yang pergi haji) belum berimplikasi secara signifikan bagi perubahan masyarakat (sosial) kearah lebih baik. Artinya diantara al – Hujaj masih banyak yang belum sampai ke predikat haji mabrur, mengingat salah satu ciri haji mabrur adalah adanya perubahan sosial setelah menunaikan ibadah haji.

Fakta membludaknya minat umat muslim Indonesia untuk berhaji menunjukkan indikasi bahwa Indonesia adalah Negara yang kaya raya. Banyaknya umat muslim Indonesia yang telah berhaji dan berminat untuk berhaji seharusnya bisa dijadikan salah satu indikator kesalehan individu dan kesalehan sosial bangsa Indonesia.


Jamaah Haji Indonesia
Jamaah Haji Indonesia

Ibadah haji ibarat kawah candradimuka untuk melahirkan orang-orang saleh, jujur, berintegritas dan mampu menjadi teladan bagi yang lain. Lihatlah, hampir semua prosesi dalam ibadah haji adalah pengglembengan spiritual yang berkaitan dengan peningkatan kesalehan individu dan kesalehan sosial jamaah haji.

Balasan Haji Mabrur adalah surga, secara bahasa mabrur berarti baik terambil dari kata “al birr” yang bernama ketaatan. Sedang makna yang paling benar bagi kata “al- mabrur” yaitu ibadah haji yang tidak dicemari oleh perbuatan dosa. Sebagian lagi orang mengartikan dengan “al-maqbul” yakni haji yang diterima, dan diantara tanda terkabulnya ibadah tersebut adalah kondisinya (setelah kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya) serta tidak mengulangi perbuatan maksiat.


Harapan Menjadi Haji Mabrur
Harapan Menjadi Haji Mabrur


Ibadah haji bukanlah produk budaya yang bisa dianggap sahih atas pertimbangan pandangan dan kebiasaan kebanyakan orang. Ibadah haji bukan pula sekedar raihan gelar atau rihlah (bepergian) spiritual, hanya untuk melihat aura Ka’bah dan jejak – jejak peninggalan para teladan sepanjang jaman. Ia memiliki pertanggungjawaban ekstatologis (ukhrawi) sekaligus mengemban amanah sosial (ardli). Paradigma yang lebih mengutamakan meraih gelar haji daripada esensi dan implikasi produk dari berhaji. 

Selain itu adanya orang yang berhaji tanpa ilmu dan hanya modal nekad juga hanya melahirkan Pak Haji dan Bu Haji tanpa makna. Bisa jadi ada di antara mereka yang berhaji karena hanya ingin mendapatkan label Pak Haji dan Bu Haji untuk meingkatkan gengsi sosial di masyarakat. Dan bisa jadi ada pula yang berhaji hanya karena ingin menikmati wisata spiritual ke tanah suci semata.


Ka'bah Mekkah
Ka'bah Mekkah

Jika sudah demikian niat dan paradigma yang tertanam di kalangan Pak Haji dan Bu Haji, maka jangan pernah berharap Pak Haji dan Bu Haji akan menjadi lokomotif perubahan menuju masyarakat madani yang sejahtera dan berkeadilan. Jangan pernah berharap Pak Haji dan Bu Haji akan menjadi pejuang dalam melawan korupsi. Karena ketika berhaji hanya dipahami sebagai prosesi ritual dan wisata spiritual semata maka yang lahir dari produk haji hanyalah label haji semata, bukan haji mabrur. 

Sebab haji mabrur adalah haji yang dapat membawa dampak perubahan spiritual dan sosial di masyarakat. Seorang haji mabrur akan terlihat dari peningkatan kualitas akhlak dan moralitasnya tidak hanya pada saat berhaji tapi juga ketika pulang setelah berhaji. Dan yang pasti haji mabrur tidak akan pernah menjadi seorang koruptor.

Dalam kaitannya dengan sejumlah  pertanyaan tentang tanda-tanda kemabrúran haji seseorang, para ulama melakukan simplifikasi penjelasan dengan merujuk pada tuntunan Rasulullah Saw bahwa indikator haji yang mabrur ada tiga, diantaranya adalah :

Memberi Makan Kepada Yang membutuhkan
Pertama, haji yang mabrur adalah seseorang yang secara terus menerus  berkesadaran untuk memberi makan kepada setiap orang yang membutuhkan. Artinya seseorang yang memperoleh kemabruran haji harus mampu membuktikan dirinya dalam wujud dan perilaku keseharian yang humanis, hidup sederhana, penuh kebersamaan, amat peduli terhadap keadaan dan nasib orang lain, terutama kaum dhuafa'(lemah) dan mustadh'afin (terlemahkan).


Memberi Sedekah
Memberi Sedekah



Bertutur Kata Lemah Lembut Dan Sopan
Kedua, haji yang mabrur adalah seseorang yang secara terus menerus berkesadaran untuk bertutur kata lemah-lembut dan sopan. Berkemampuan untuk menjaga lisannya, karena ia sadar bahwa akibat yang akan ditimbulkannya. Dalam banyak hal, baik-buruk, positif-negatif, untung-rugi seseorang banyak ditentukan oleh ucapan lisannya. Seorang haji yang mabrur tentu saja dari lisannya, akan keluar kalimah thayyibah, kata-kata yang baik, bijak, santun dan bermanfaat, taushiyah atau nasihat yang berguna dan penuh pesona.


Memberi Tausyiah Bermanfaat
Memberi Tausyiah Bermanfaat


Selalu Menebar Salam Perdamaian
Ketiga, haji yang mabrur adalah seseorang yang secara terus-menerus berkesadaran untuk menebar salam (perdamaian). Haji yang mabrur akan senantiasa berkesadaran untuk merajut silaturahim dan mempererat ukhuwah, memperkokoh jalinan persaudaraan, utamanya jalinan persaudaraan antar-Muslim, dan kemudian diderivasi menjadi jalinan persaudaraan antarumat manusia, dengan spirit Ukhuwwah Islamiyyah, semangat persaudaraan yang menawarkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


Menjaga Silaturahim
Menjaga Silaturahim

Dengan kata lain, dalam diri mereka para haji yang mabrur terkandung misi dan tanggungjawab menebar salam dan rahmat. Berjumpa dan berpisah dengan salam. Semangat yang tumbuh dalam dirinya adalah berbuat baik dengan ruh perdamaian, sebagaimana adagium yang mereka pahami yaitu "peace for all".


Info Paket Haji Plus 2014

Setelah menilik faedah ibadah haji yang sesungguhnya melalui artikel ini, waktunya Anda untuk kembali merajut mimpi dan tujuan awal untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Cheria Wisata dapat membantu Anda dalam mewujudkannya dengan Paket Haji Plus 2014 yang tersedia dalam 2 pilihan diantaranya adalah :

Mulai $ 9500 dengan DP Haji sebesar Rp. 10.100.000,-

Biaya Paket Haji ONH Plus Non Kuota 
Mulai $ 15000 (untuk biaya keberangkatan di tahun 2014)
Untuk mendapatkan info lebih lengkapnya, silahkan hubungi kami langsung ataupun bersilaturahim ke :

PT. CHERIA - Biro Perjalanan Umroh, Haji & Tour Muslim Halal Syariah
Gedung Twink Lt. 3
Jl. Kapten P. Tendean No. 82 Mampang Prapatan
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12790

Telepon : 021 - 7900 216 (Hunting)
Mobile : 021 444 610 74


Semoga artikel Menilik Faedah Ibadah Haji Yang Sesungguhnya ini dapat bermanfaat untuk Anda semua ya.




» Thanks for reading Menilik Faedah Ibadah Haji Yang Sesungguhnya