Panduan Cara Mengenakan Kain Ihram

Panduan Cara Mengenakan Kain Ihram


Salah satu hikmah mengapa setiap jamaah haji mengenakan pakaian ihram, agar mereka melepaskan semua atribut keduniaan mereka. Mereka berpakaian sama, tanpa dijahit dan tanpa gaya. Hanya kain panjang yang mereka jadikan sebagai pembungkus tubuh.

Hal itu mengisyaratkan bahwa mereka semuanya sama. Tidak ada tuan atau pelayan. Polisi, petani, pejabat, semuanya berpakaian sama. Jadi, orang yang masih merasa lebih dari orang lain perlu dipertanyakan keihramannya.


Kain ihram, Pakaian Ihram, Tips Persiapan Pergi Haji,
Panduan Cara Mengenakan Kain Ihram


Kain Ihram adalah Salah satu barang yang wajib disiapkan kaum Muslimin calon haji sebelum berangkat umrah dan haji. Pakaian ihram dalam Haji Umrah wajib dikenakan. Tanpa mengenakan pakaian ihram, maka ihramnya menjadi Batal. Oleh karena itu, seorang calon Jamaah haji wajib membayar fidyah. Yaitu, berpuasa selama tiga hari, memberi makan enam orang miskin, atau memotong kambing. Namun, menyembelih atau memberikan makan enam orang miskin tersebut harus di Makkah. Sedangkan, berpuasa dapat dilakukan di mana saja.

Dalam melaksanakan ibadah Haji, agar terhindar dari fidyah tersebut, seorang calon haji sebaiknya menyiapkan pakaian ihram sebelum berangkat ke Tanah Suci. Pakaian ihram ini adalah dua lembar kain yang tidak boleh ada jahitannya. Dan, memang hanya dua lembar kain ini yang boleh dikenakan untuk menutupi tubuh. Dari kedua lembar kain ini, yang satu digunakan sebagai selendang untuk menutupi tubuh bagian bawah dan yang satunya lagi untuk menutupi tubuh bagian atas.

Tips Membawa Kain Ihram

Nabi Muhammad SAW saat ditanya tentang pakaian orang berihram menyebutkan, Artinya: Ia tidak boleh memakai qamis, sorban, celana, tudung kepala, dan khuf, kecuali orang yang tidak mendapatkan sandal, maka dia boleh memakai khuf (sepatu bot). Dan, hendaklah dia memotong khuf sampai bawah mata kaki.” [Muttafaqun 'alaih dari hadis Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhu]

Yang menjadi pertanyaan kemudian, berapa lembar kain ihram yang perlu dibawa ke Tanah Suci. Bila seorang calon haji tersebut berniat melaksanakan haji tamatu (umumnya dilakukan jamaah haji Indonesia), tiga lembar kain ihram sudah cukup.

Karena bila membawa kain ihram terlalu banyak, hal ini akan memenuhi koper bagasi yang seharusnya bisa diisi dengan barang kebutuhan lain. Apalagi, kain ihram yang biasa digunakan jamaah haji asal Indonesia adalah kain tebal yang menyerupai kain handuk, yang akan cukup banyak menyita tempat di koper.

Sedangkan, bila hanya membawa dua lembar kain ihram, kita tidak bisa berganti kain ihram, padahal pakaian ihram yang dikenakan sudah kotor karena sudah digunakan selama beberapa hari.

Pertimbangan membawa kain ihram sebanyak tiga lembar mengingat kebutuhan penggunaannya selama di Tanah Suci. Saat pertama kali datang ke Kota Makkah, calon haji tamatu akan melaksanakan ibadah umrah. Untuk itu, sejak dari miqat atau batas demarkasi yang menjadi batas wilayah Tanah Suci, seorang calon haji harus sudah mengenakan pakaian ihram.

Dari miqat ini, kemudian menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf qudum dan sai. Setelah melakukan umrah, calon jamaah haji tersebut sudah boleh mengenakan pakaian biasa lagi. Dengan demikian, pemakaian kain ihram tersebut tidak terlalu lama.

Penggantian pakaian ihram tak perlu seluruhnya. Dengan tiga lembar kain ihram yang dibawa, penggantian kain ihram bisa hanya kain bagian bawahnya. Hal ini karena antara kain ihram bagian atas dan kain ihram bagian bawah biasanya akan lebih cepat kotor yang bagian bawah.

Berikut Video Cara Mengenakan Kain Ihram


Terima kasih telah membaca artikel tentang Panduan Cara Mengenakan Kain Ihram di blog Cheria Wisata Informasi lebih lanjut silahkan hubung bagian marketing Cheri Wisata.

Artikel terbaru :

1 comments :

Terima kasih telah memberikan komentar, kami akan respon secepatnya.

Cheria Tour Travel

Menyediakan Paket Umroh Plus dan Reguler Berangkat Setiap Pekan Dengan Pesawat Garuda Indonesia, Emirat, Turkish, Etihad dan Maskapai Ternama Lainnya.

Silahkan Menghubungi Kami Untuk Request Paket Wisata Halal

Dan Apakah mereka tidak Mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. dan telah datang kepada mereka Rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak Berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang Berlaku zalim kepada diri sendiri (QS Ar-Ruum [30] 9).