Seoul Central Mosque, Sejarah & Aturan Saat Berkunjung

Konten [Tampil]

Seoul Central Mosque: Sejarah, Arsitektur & Aturan Saat Di Sana




Di tengah hiruk pikuk kehidupan di Korea Selatan, berdiri Seoul Central Mosque sebagai simbol toleransi antar umat beragama. Masjid ini merupakan yang pertama dan terbesar di negeri ginseng.   

Fungsi masjid ini tak terbatas sebagai tempat ibadah, namun juga pusat komunitas Muslim di sana. Berbagai kegiatan diselenggarakan seperti kelas bahasa Arab, pengajian, hingga perayaan hari besar Islam.    

Keberadaan Seoul Central Mosque merupakan bukti sejarang panjang Islam sejak abad ke-10. Yuk, kita ulas bersama sejarah dan keindahan masjid yang megah ini.   

Peradaban Islam di Korea Selatan

seoul central mosque

Keberadaan Islam di Korea dapat ditelusuri kembali ke abad-10, di mana persebaran Islam ini dibawa oleh para pedagang dan pelaut Muslim. Pada masa Dinasti Joseon (1392-1910), Islam sempat mengalami masa sulit, namun komunitas Muslim terus berkembang dan membangun masjid-masjid kecil di berbagai penjuru Korea. 

Sejarah Seoul Central Mosque

seoul central mosque

Pada tahun 1960-an, jumlah Muslim di Korea Selatan meningkat pesat, didorong oleh imigran dari Timur Tengah dan Asia Tenggara. Kebutuhan akan masjid yang lebih besar dan representatif semakin terasa. 

Pada tahun 1969, Presiden Park Chung-hee memutuskan untuk membangun Seoul Central Mosque atau Masjid Pusat Seoul sebagai simbol toleransi dan penghargaan terhadap keragaman agama di Korea. 

Pembangunan masjid ini juga diprakarsai oleh komunitas Muslim sendiri, atau sering disebut dengan Korean Muslim Federation. Seiring waktu, jumlah umat Muslim di negara ini terus meningkat hingga mencapai lebih dari 150 ribu orang. Berdirinya Masjid Pusat Seoul juga mempelopori adanya 7 masjid lainnya di beberapa wilayah di Korea.

Arsitektur dan Bangunan Seoul Central Mosque

Masjid pertama di Korea ini, dibangun dengan arsitektur yang memadukan gaya khas Timur Tengah dan Korea. Bangunan suci ini didominasi warna putih dan terdiri dari 3 lantai, dengan kaligrafi hijau berlafadz “Allahu Akbar” yang ikonik. 

Saat masuk ke dalamnya, Anda akan melihat kantor Korean Muslim Federation yang ada di lantai dasar sekaligus ruang pertemuan. Naik ke lantai dua, merupakan ruang shalat laki-laki, sementara lantai 3 digunakan sebagai ruang shalat perempuan. 

Di area sekitar masjid, terdapat TK Islam Prince Sultan Islamic School, yang merupakan lembaga pendidikan untuk anak-anak Muslim. 

Bagaimana Cara ke Seoul Central Mosque?

Masjid Pusat Korea berlokasi di Usadan-ro 10-gil, Yongsan-gu, Seoul. Untuk berkunjung ke sini, Anda dapat menggunakan beberapa cara, antara lain: 

Dari Bandara:    
  • Naik taksi dari Bandara Incheon ke Seoul Central Mosque, dengan perkiraan tarif KRW 70.000. 
  • Naik kereta Airport Express ke Stasiun Digital Media City. Kemudian, transfer ke Jalur 6 dan turun di Stasiun Itaewon. Anda harus mempersiapkan biaya sekitar KRW 4.300. 
Dari Pusat Seoul: Naik Jalur 6 Kereta bawa tanah ke Stasiun Itaewon. Masjid ini berada sekitar 10 menit berjalan kaki dari stasiun. 

Aturan Berkunjung ke Seoul Central Mosque

seoul central mosque
Sama seperti bangunan suci lainnya, berkunjung ke Masjid Pusat Seoul ini juga memiliki aturan yang perlu diperhatikan oleh pengunjung. Beberapa aturan umum tersebut, antara lain: 
Berpakaian sopan dan tertutup
  • Melepas alas kaki sebelum masuk
  • Mengikuti petunjuk yang diberikan oleh staf masjid
  • Menghormati kebudayaan dan tradisi setempat
  • Tidak membawa makanan dan minuman ke dalam masjid 
  • Tidak merokok di dalam dan sekitar masjid 
  • Meminta izin sebelum mengambil foto atau video di dalam masjid

Restoran Halal Sekitar Seoul Central Mosque

Seoul Central Mosque berada di Itaewon yang terkenal dengan beragam pilihan kuliner internasional, termasuk makanan halal. Beberapa pilihan restoran halal yang bisa Anda coba, antara lain: 
1. The Halal Guys Itaewon
Jam Buka: 11.00 - 23.00 
Harga: mulai dari KRW 9.000/ per orang

Restoran waralaba populer asal New York ini menawarkan rice bowl halal dengan ayam, sapi, atau falafel, dilengkapi saus putih dan saus pedas khas mereka. 

2. EID - Halal Korean Food 
Jam Buka: 11.00 - 22.00 
Harga: mulai dari KRW 10.000/ per orang

Restoran ini menyajikan hidangan Korea autentik yang disesuaikan dengan pedoman makanan halal dan syariat Islam. Menawarkan berbagai pilihan, termasuk bibimbap, bulgogi, dan tteokbokki. 

3. Siti Sarah Korean Melayu & Egyptian Halal
Jam Buka: 10.00 - 02.00 
Harga: mulai dari KRW 10.000/ per orang

Restoran ini menawarkan perpaduan masakan Korea, Melayu, dan Mesir, dengan beragam pilihan menu seperti semur, kari, dan sup mie. 

Selain restoran-restoran ini, ada juga beberapa pilihan makanan halal lainnya di daerah sekitar Masjid Pusat korea, termasuk toko kelontong dan kafe. 

Jelajahi Paket Wisata Murah dari Cheria Halal Holiday! Jadikan Liburan Keluarga Anda Tak Terlupakan. Yuk, Mulai Rencanakan Liburan Anda Sekarang!"

Dengan Cheria Halal Holiday Tour & Travel, Anda dapat berlibur dengan tenang, karena kami mengutamakan wisata dengan makanan halal, salat terjaga dengan para tour leader berpengalaman yang ramah. Segera pesan paket wisata murah Cheria dan buat momen bahagia bersama keluarga menjadi kenangan tak terlupakan! Follow instagram Cheria @cheriaholiday

Untuk kontak & tanya paket tour atau bermitra dengan Cheria, bisa disini.




Terima kasih telah memberikan komentar, kami akan respon secepatnya.

Lebih baru Lebih lama